Jum'at, 29 Mei 2020 06:52:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 469
Total pengunjung : 139764
Hits hari ini : 3437
Total hits : 1434785
Pengunjung Online : 27
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejak Dini Mencegah Korupsi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 19 November 2009 00:00:00
Sejak Dini Mencegah Korupsi
Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi

(KPK) melakukan pemeriksaan terhadap harga kekayaan para pejabat di Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan sebagai salah satu

cara dalam hal mencegah korupsi sejak dini. Artinya, para pejabat perlu diteliti kekayaannya, apakah ada peningkatan tajam atau

justru sebaliknya. Dan kekayaan yang ada perlu dijelaskan dari mana asalnya.



Langkah KPK tersebut harus dimaknai

sebagai langkah penting khususnya terkait dalam upaya pemberantasan korupsi sejak dini. Sebab korupsi adalah perbuatan yang

dapat terjadi oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun, terutama oleh para pejabat negara. Apalagi mereka yang sudah menjabat

sekian lama, menjadi penting sekali dengan teliti diawasi harta kekayaannya.



Selain itu, pintu masuk terhadap

pemberantasan korupsi di daerah diawali dari para pejabatnya. Dengan pemeriksaan ini, KPK bisa mempertimbangkan mana yang wajar

mana yang tidak. Artinya, pemeriksaan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal.



Kemudian yang juga tak kalah

pentingnya adalah dengan melakukan pembinaan terhadap pejabat daerah untuk tidak menechah modus korupsi sejak dini. Misalnya

dengan penyusunan anggaran. Adagium kesehatan menegaskan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Hal ini dilihat dari sudut

efisiensi anggaran dan efektifitas waktu. Maka ketika langkah pencegahan masih memungkinkan untuk dilakukan, seharusnya

dilakukan tanpa harus menunggu-nunggu waktu.



Selama ini, gerakan pemberantasan korupsi memang sudah menggelora di

negara kita. Sekalipun harus kita akui belum benar-benar berjalan sesuai harapan. Namun setidaknya sudah menunjukkan

perkembangan yang menjanjikan. Ada kemajuan yang berarti. Sehingga ada banyak pejabat dan mantan pejabat publik yang akhirnya

masuk bui karena perbuatannya melawan hukum dengan melakukan korupsi. Uang rakyat pun banyak yang

terselamatkan.



Tetapi kita harus sadar, bahwa harapan kita yang sesungguhnya adalah bagaimana meminimalisir

terjadinya praktek korupsi. Mengatasinya dan menuntaskannya, jelas suatu langkah yang baik. Namun mencegahnya adalah sesuatu

yang jauh lebih baik lagi. Korupsi harus diberantas mulai dari hulu hingga ke hilir.



Karena itu, kita menyambut

positif akan upaya yang dilakukan oleh KPK yang secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk mengikuti rapat terbuka di DPR.

Langkah ini amat penting untuk menjadikan DPR sebagai lembaga yang bersih. Serta penting bagi KPK untuk mengikuti proses awal

penyusunan anggaran.



Memberi pemahaman yang jelas dan tegas kepada para penyusun dan pengguna anggaran menjadi titik

awal dalam membumikan gerakan untuk meminimalisir terjadinya korupsi. Pejabat negara sebagai kuasa pengguna anggaran harus satu

persepsi dan sepaham dengan aparat penegak hukum terkait dengan perbuatan melawan hukum dalam bentuk korupsi. Misalnya soal

tahapan-tahapan perbuatan menyimpang dan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan/detik KKN.



Semangat

yang digelorakan institusi kejaksaan tersebut harus disambut dengan cerdas oleh para pejabat publik. Sejak awal sudah

diingatkan, maka di kemudian hari jangan sampai terjadi lagi. Kita berharap ada kesadaran bersama betapa pentingnya memberantas

korupsi. Korupsi merupakan musuh rakyat.



Ke depan, semangat baru, langkah baru, perobahan baru dalam upaya

pemberantasan kasus-kasus korupsi harus digelindingkan. Semuanya kekuatan, harus bersinergi. Dengan demikian, kasus-kasus

korupsi baru tidak sampai terjadi. Sementara kasus-kasus lama telah diusut tuntas. Kemudian, jika pemerintah dan aparat penegak

hukum berhasil mengatasi korupsi, maka dampak nyatanya bagi pembangunan masa depan bangsa akan sangat nyata.

(JJ)





Sumber : http://hariansib.com/?p=99495

dilihat : 473 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution