Kamis, 02 April 2020 03:27:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 268
Total pengunjung : 79848
Hits hari ini : 551
Total hits : 986329
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dalam Setahun Gereja di Orissa Bangkit Kembali






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 26 Agustus 2009 00:00:00
Dalam Setahun Gereja di Orissa Bangkit Kembali




Minggu ini tepat

setahun berlalu ketika penganiayaan terburuk sepanjang sejarah India terjadi atas orang-orang Kristen di Orissa. Bagaimana pun

juga, penyerangan dan penghancuran ratusan gereja dan dampak yang ditimbulkannya bagi ratusan ribu jiwa tidak dapat

menghentikan pertumbuhan gereja di sana.



Musim panas tahun lalu, terjadi kekerasan massa yang menyebar begitu luas

dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap orang Kristen setelah terjadinya peristiwa pembunuhan pemimpin Dewan Hindu

Sedunia, Swami Saraswati.



Meskipun Maois mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan itu, namun kaum Hindu militan

menggunakannya sebagai alasan untuk menyerang orang Kristen di seluruh negara bagian India, membakar lebih dari 2.000 rumah

orang Kristen, toko dan ratusan gereja.



Serangan awal yang berlangsung selama berminggu-minggu menyebabkan puluhan

orang meninggal dunia, sebagian besar karena dibakar hidup-hidup, lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumahnya, dan banyak di

antara mereka yang belum bisa kembali ke rumahnya dan bertahan hidup di tenda-tenda.



Rev. Sudhakar Mondithoka adalah

seorang pemimpin Kristen dari negara bagian Andhra Pradesh dan bekerja bersama-sama dengan orang-orang Kristen yang dianiaya di

India. Beliau mengatakan alasan dari serangan terhadap pengikut Kristus di Orissa dan bagian lain dari negara itu adalah karena

pertambahan orang Kristen yang mencapai dua kali lipat. Alasan lainnya adalah karena pertumbuhan gereja terutama di antara

kalangan kaum Dalit - kasta terendah yang tak tersentuh di India.



Orissa adalah satu dari tujuh negara bagian di

India yang memegang hukum anti perpindahan agama. Banyak pasal dalam hukum tersebut yang dibuat untuk mencegah orang Hindu

masuk agama Kristen dan membatasi pertumbuhan dari gereja. Seringkali orang yang ketahuan berpindah agama dimasukkan ke dalam

penjara, dianiaya dan diusir dari rumah mereka, bahkan dalam beberapa kasus dibunuh. Yang lainnya kembali memeluk agama Hindu

karena takut akan serangan lanjutan terhadap mereka dan tak jarang segera mencari bantuan.



Sudharkar dan Shanti

memberikan latihan kepemimpinan di Hyderabad Institute of Theology and Apologetics. Bagian dari pelayanan mereka adalah

mengajar para pemimpin Kristen untuk memahami teologi alkitabiah mengenai penganiayaan dengan menggunakan buku yang berjudul

"Dalam Bayang-Bayang Salib" terbitan Voice of the Martyrs oleh Glenn Penner. Membantu ribuan pengungsi remaja Kristen dari

kekerasan harus tetap menjadi prioritas.



Terlepas dari semua itu, kekerasan yang ditujukan terhadap umat Kristen di

Orissa, dengan hilangnya nyawa dan harta benda, tetap menimbulkan hal yang positif di baliknya.(MW)



Sumber : cbn.com

/ LEP

http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=090825195517

dilihat : 464 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution