Selasa, 22 September 2020 23:33:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 592
Total pengunjung : 218923
Hits hari ini : 4050
Total hits : 2279872
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pertobatan ABRAHAM




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 17 Desember 2008 00:00:00
Pertobatan ABRAHAM
Dia pernah di penjara karena kasus Narkoba tapi karena campur tangan Tuhan dia bisa menjalaninya dengan baik. Dia juga

pernah koma 7 hari akibat stroke, namun Tuhan mengasihinya. Namanya Ahim. Oleh seorang kawannya ia diberi nama Ibrahim. Setelah

dibaptis hari ini 23/10/08 Tuhan memberinya nama ABRAHAM.



Ahim adalah seorang pria 56 tahun yang sekarang

benar-benar menyerah kepada Tuhan. Ia mantan bandar judi di Jakarta yang menyelenggarakan toto gelap dengan omzet yang cukup

lumayan besar.

Karena uang banyak dan mudah didapat ia mulai hidup dalam kehidupan liar. Mulai dari mengunjungi club malam

hingga memakai narkoba. Dia mulai lupa diri, lupa keluarga dan lupa kepada Tuhan.



Tak lama kemudian karena pengaruh

narkoba dan ajakan kawan ia salah jalan. Ia memilih meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri lalu hijrah ke Batam dengan

seorang gadis muda yang dijumpainya di club malam. Di sana mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Namun istri dan

anak-anaknya di Jakarta sangat membenci dan marah kepada Abraham karena tindakannya itu.



Ahim tidak memiliki

pekerjaan lain selain kumpul dengan para pemakai dan pengedar narkoba. Dari sini ia memiliki uang banyak yang mampu membiayai

hidupnya. Suatu kali ia ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara. Ia sangat terpukul dan merasa tak berdaya. Ia merasa

benar-benar putus harapan. Karena berbagai media baik televisi maupun Koran memberitakannya besar-besaran.



Setelah

sepuluh hari di sel penjara polisi seorang pendeta memberikannya Alkitab dan mengatakan supaya jangan putus asa melainkan

berharaplah pada Tuhan. Hal ini menimbulkan suatu semangat kecil dalam hatinya. Ahimpun berdoa mohon ampun dan menerima Yesus

dalam hatinya. Hari-hari selanjutnya ia mulai membaca alkitab. Seminggu berselang ia menemukan dirinya menjadi bersemangat

kembali. Di dalam sel ia selalu berdoa. Lalu Tuhan mencerahkan pikirannya dan memulihkan rasa percaya dirinya.



Ahim

bangkit. Ia lantas menerima banyak bantuan dari teman dan koleganya. Antara lain pengurangan masa hukuman setelah di vonis 5

tahun penjara. Ia juga menerima bantuan uang juta dari para temannya. Sayang uang ini dihabiskan oleh istri mudanya di meja

judi. Ahim sangat marah dan mengusir istri mudanya itu untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ia mengatakan betapa istrinya tega

menghabiskan uang itu padahal ia ada dalam penjara dan dalam keadaan yang sangat menderita.



Namun hal ini tidak

memutuskan semangat AHIM untuk berdoa dan mencari wajah Tuhan. IA berjanji dalam hati jika Tuhan mengeluarkannya dari penjara

maka ia akan meninggalkan narkoba dan mau menjadi anak Yesus. Benar saja setelah 3 tahun dalam penjara ia akhirnya bisa bebas.

Karena mendapat P.B (Pembebasan Bersyarat) dari Dirjen Pemasyarakatan Hukum Dan Ham Jakarta.



Setelah keluar ia tidak

mengetahui kemana ia akan pergi. Iapun berdoa dan Tuhan menggerakan hatinya untuk menelpon ke rumahnya. Anaknya yang bungsu

sangat bersukacita menerima telponnya. Namun sang istri sangat benci dan membanting telpon Ahim. Ahim kecewa dan merasa sedih

sekali. Apalagi setelah menelpon seorang kawan di Jakarta ia diberi kesempatan tinggal bersama. Ia berpikir mengapa di rumah

sendiri istrinya tidak mau menerima dan mengampuninya. Dalam keadaan begitu ia menelpon adiknya perempuan yang menghibur

hatinya dan mengirimkan uang kepadanya.



Selang dua hari setelah lepas dari penjara ia bertemu seorang kawan yang

menawarinya untuk kerja di sebuah tempat karaoke di Batam. Ahim menerima dan menjadi pengelola tempat itu.



Akhir

tahun 2006 ia ditawari seorang kawannya untuk bekerja narkoba di Australia. Ia tertarik dan memutuskan untuk pergi ke sana. Ia

lupa akan nazarnya di penjara untuk meninggalkan narkoba. Ia malahan mengatur janji dengan kawannya untuk berangkat ke

Austarlia pada bulan Februari 2007.



Usai acara Old dan New tanggal 1 Januari 2007 Ahim mandi pada subuh hari. Tak

lama ia merasa badannya lemas sekali. Oleh kawan-kawanya ia di bawah ke rumah sakit. Tiba di sana ia langsung tidak sadarkan

diri dan koma. Dalam keadaan seperti itu ia merasa mulutnya menjadi miring ke kiri. Ia terkena stroke. Tekanan darahnya naik.

Bosnya kemudian bercerita tekanan darahnya naik drastis dari 160 menjadi 260 dalam waktu beberapa jam saja. Dalam keadaan

kondisi kritis itu dokter juga sudah menyerah, meminta agar segera menghubungi keluarganya karena takut terjadi sesuatu yang

tidak diinginkan.



Tiba-tiba seorang Pendeta GBI datang dan meminta ijin bosnya untuk mendoakan Ahim. Bosnya

mengiyakan karena tahu Ahim sudah Kristen. Setelah di doakan tekanan darah AHIM langsung turun menjadi 150 saja. Dokter dan

perawat sampai heran dan geleng-geleng kepala. Namun Ahim koma seminggu di Rumah sakit itu. Setelah ia siuman ia menjadi lumpuh

total. Selama sebulan ia di rawat di rumah sakit. Selama itu pula ia selalu berdoa dan banyak menyesali

dosa-dosanya.



Ia menyesali mengapa meninggalkan keluarganya. Ia menyesali mengapa terjerat judi dan narkoba. Ia

benar-benar tobat. Namun sudah terlambat. Semua orang sudah meninggalkannya. Ia benar-benar sendiri dan tidak berdaya sekarang.

Ia sangat sedih dan hamper setiap hari menangis. Beruntung bosnya mau membiayai rumah sakit. Namun tak ada satu keluargapun

yang menungguinya selain para perawat dan pendeta GBI itu.



Pendeta itu banyak memberikan nasehat dan mendoakan Ahim.

Akhirnya setelah sebulan Tuhan menuntun Ahim untuk menelpon adik perempuannya di Jakarta. Dalam keadaan lumpuh Ahim di bawa ke

Jakarta dan tinggal di rumah tantenya. Di sini ia sering di nasehati tantenya dan diajak ke gereja. Ia berkata ia akan ke

gereja kalau Tuhan sembuhkan dia dari kelumpuhan. Tak lama berselang ia merasakan tangan dan kakinya menjadi kuat. Ia pun ikut

kebaktian Komsel dari Gereja Victory yang diadakan di rumah tantenya. Sepanjang kebaktian ia menangis dan merasakan jamahan

Tuhan.



Hari minggu berikutnya ia sudah bisa beribadah ke gereja. Disini ia saya doakan dan minta Tuhan

menyembuhkannya. Luar biasa tak lama kemudian ia bisa berjalan seperti biasa lagi. Dan Tuhan juga membuat pikirannya menjadi

sehat serta bicaranya lancar. Ahim sangat berterimakasih kepada Tuhan serta berjanji mau di baptis jika semua masalah dengan

istrinya selesai.



Ia berpikir bahwa ia masih berhak atas semua tanah dan rumah yang kini di miliki istrinya. Maka ia

memutuskan untuk mengambil itu dan menjualnya. Tapi tentu saja ini sangat di tentang istrinya. Istrinya marah dan menceritakan

kepada para anaknya bahwa ayahnya begitu jahat sudah meninggalkan mereka dan kini mau merebut harta mereka satu-satunya. Hal

ini membuat anaknya yang pertama yang kini menjadi manager di sebuah perusahan di Australia menjadi tambah tidak senang

kepadanya. Demikian juga dengan anaknya yang kedua yang juga tidak senang hingga saat ia menikah ia tidak mengundang Ahim.

Padahal anak ini adalah anak yang paling dikasihinya.



Ahim menjadi sangat sedih. Ia lantas berubah pikiran dan

memutuskan untuk menghibahkan rumah dan tanahnya yang bernilai ratusan jutaan rupiah kepada anak-anaknya. Ia memutuskan untuk

mengampuni istrinya dan anak-anaknya. Ia memutuskan untuk menjadi pelayan Kristus. Ia memutuskan untuk melayani Yesus. Ia mau

hidup tenang dan menjalani hidup dalam Tuhan saja. Buat apa harta banyak tapi kalau tidak ada ketenangan. Manusia salah

mengejar harta dan melupakan Tuhan, tegasnya.



Tak lama kemudian mantan bosnya menawarinya untuk bekerja narkoba

lagi. Namun ia menolaknya dengan tegas. Meskipun ia diiming-imingi uang puluhan bahkan ratusan juta namun Ahim tidak tergoda.

Ia berkata saya sudah tua apalagi yang saya cari. Hanya Yesus saja yang saya cari. Yesuslah sumber kehidupan saya dan harapan

saya sekarang.



Dua hari lalu Ahim menelpon saya dan mengatakan dirinya siap di babtis.



Kemarin saya

memberikannya pelajaran tentang Baptisan, Perjamuan kudus dan Roh Kudus serta Penguasaan diri dan Bagaimana mengalahkan kuasa

jahat. Hari ini Ahim saya baptis di sebuah kolam renang. Saat saya mendoakannya Tuhan menyatakan untuk mengganti namanya

menjadi ABRAHAM. Saya menyampaikannya dan ia sangat bersyukur karena namanya sekarang menjadi Bapa orang Beriman. Usai di

baptis ia mengatakan dirinya menjadi sangat lega karena sudah membayar nazarnya dan sudah tercatat namanya dalam kerajaan

Allah.



Abraham masih menyisakan satu harapan dan kerinduan agar Tuhan menyatukannya dengan istrinya kembali dan

diterima oleh anak-anaknya.



Saudara-saudara ku yang tercinta jangan sekali-kali berkenalan atau menyentuh narkoba,

karena akibatnya akan fatal, seperti diri saya, akibat berkenalan dan menyentuh narkoba, rumah tangga, usaha, karir, kehidupan

hancur berantakan. Saya mengucapsyukur pada TUhan, karena Dia datang menjamah dan menyelematkan saya dari narkoba. Puji Tuhan,

kata Abraham.



Mari kita doakan dia.



Oleh : Hendra K.

dilihat : 510 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution