Sabtu, 24 Oktober 2020 19:32:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 562
Total pengunjung : 239666
Hits hari ini : 5168
Total hits : 2477036
Pengunjung Online : 12
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bangkit Bersama Melawan Obsesi




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 21 Oktober 2008 00:00:00
Bangkit Bersama Melawan Obsesi
Washington, DC Dua puluh delapan juta keping DVD Obsesi:

Perang Islam Radikal Melawan Barat disebarluaskan melalui kampanye surat langsung dan sisipan surat kabar di negara-negara

bagian rebutan di seluruh Amerika pada minggu-minggu menjelang peringatan ke-7 tahun peristiwa 9/11.



Film tersebut

menegaskan bahwa tayangannya merupakan sebuah film dokumenter pendidikan tentang ancaman terorisme atas nama Islam terhadap

Amerika Serikat. Namun, banyak orang menganggap DVD tersebut sebagai propaganda anti-Muslim yang tidak cukup tegas membedakan

antara teroris dengan mayoritas terbesar Muslim yang cinta damai.



Kritik seputar Obsesi berkisar pada sejumlah isu,

termasuk kerahasiaan di seputar Dana Clarion, organisasi nirlaba yang bertanggung jawab atas pembuatannya, dan apa yang oleh

orang banyak percayai merupakan sebuah upaya berkedok tipis untuk mempengaruhi para pemilih dalam pemilihan umum tahun ini.

Banyak kalangan khawatir bahwa film ini telah menyalahgunakan status kenirlabaan untuk menuai rasa takut dan keraguan di

negara-negara bagian rebutan di penjuru Amerika Serikat, beberapa minggu menjelang pemilihan presiden.



Besarnya

cakupan kampanye ini pada saat seluruh negeri perlu bersatu padusangat mengkhawatirkan. Tetapi ada langkah-langkah nyata

yang dapat diambil oleh warga negara yang peduli untuk memberantas hal ini. Kita bukannya tidak berdaya. Kita tidak harus

bertenggang rasa dalam diam.



Tanpa memedulikan agama atau asal-usul anda, jika Obsesi telah menyinggung anda, maka

berbicaralah. Libatkan diri dalam pembicaraan terbuka dengan kelompok-kelompok antar agama dan forum-forum kebudayaan. Kita

harus, sebagai sebuah bangsa, menampilkan sebuah barisan yang bersatu melawan taktik-taktik dan upaya-upaya yang menakut-nakuti

untuk mendehumanisasi, mengecilkan, atau meminggirkan segala segmen dalam penduduk kita.



Prakarsa-prakarsa dukungan

bagi perubahan yang positif, seperti kelompok online yang mencoba memperoleh uang untuk menyebarluaskan Tentang Kesamaan

Landasan di negara-negara bagian rebutan yang sama yang menjadi sasaran DVD Obsesi. Dalam sebuah perbandingan yang jelas dan

menyegarkan dengan pesan dari Obsesi, film dokumenter sepanjang satu jam ini bercerita tentang tiga kelompok, Yahudi, Kristen,

dan Muslim yang mencoba mengatasi perbedaan-perbedaan mereka dengan membangun sebuah rumah bagi sebuah keluarga miskin di

Meksiko dalam satu hari! Film tersebut menawarkan sebuah bentuk bagi kalangan non-Muslim untuk belajar tentang Muslim dalam

cara yang positif.



Gunakan setiap kesempatan untuk mendidik rakyat tentang berbagai budaya dan agama yang berbeda,

khususnya warga negara muda kita, agar mereka dapat tumbuh menjadi warga dunia, yang dapat memerintah dengan rasa kasih dan

bijak.



Libatkanlah diri anda. Siapa yang akan bicara kepada kita pada bulan Januari, jika kita tidak membuat suara

kita terdengar pada tanggal 4 November? Dukung para wakil rakyat yang berbicara atas nama kita di parlemen negara bagian, di

balairaya-balairaya Konggres, dan di Gedung Putih.



Pahami isu-isu yang mempengaruhi masyarakat anda, dan lakukan

penelitian terhadap posisi kandidat-kandidat anda. Majulah dalam pemilihan dewan sekolah lokal atau dalam pemilihan kursi dewan

kota atau bidik sasaran yang lebih tinggi jika itu memang keinginan anda.



Daftarkan diri untuk memilih dalam

pemilu tahun ini, dan dorong teman-teman, keluarga, dan tetangga anda untuk melakukan hal yang sama.



Ambil teladan

dari orang-orang seperti Majid Al-Bahadli, satu-satunya delegasi Irak pada Konvensi Nasional Demokrat pada bulan Agustus lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan LA Weekly, Majid mengingatkan kita bahwa betapa hebatnya apa yang kita miliki, sebuah negara yang

tidak pernah harus memiliki sebuah kediktatoran: Di tempat asal saya, yang ada hanya satu kertas suara dan satu nama. Anda

tidak menghargai demokrasi yang anda miliki di sini. Setengah dari negara tidak ikut memilih! Saya tidak mengerti. Anda memilih

untuk sesuatu yang anda inginkan dan tidak perlu merasa takut terbunuh karenanya. Ini merupakan sebuah kemewahan yang

mengagumkan.



Presiden Institut Amerika Arab, James Zogby, menceritakan sebuah kisah serupa tentang sebuah

percakapan beberapa tahun lalu di Ohio. Ketika ditanya apakah ia mengorganisasikan orang-orang Amerika Arab untuk memberikan

suara karena mereka berasal dari negara di mana orang tidak dapat memilih, Dr. Zogby menjawab, Tidak. Saya mengorganisasikan

orang Amerika Arab untuk memilih, karena mereka datang ke sebuah negara di mana rakyatnya tidak memilih.



Segalanya

terserah kepada diri kita masing-masing untuk menjawab pertanyaan yang awalnya diajukan oleh penyair Lebanon dan orang Amerika

Arab, Khalil Gibran, dan yang kemudian disimpulkan oleh Presiden AS John F. Kennedy: Jangan tanyakan apa yang dapat dilakukan

negara untuk anda tanyakan apa yang dapat anda lakukan untuk negara anda. Memilih merupakan tugas dari setiap bangsa Amerika

tahun ini; apa yang dipertaruhkan sungguh-sungguh belum pernah sebesar ini.



Jangan beri kesempatan orang-orang,

seperti mereka yang berada di balik Obsesi, kekuatan untuk membungkam kita. Ini adalah suara kita. Masa depan

kita.



###



* Christina Zola adalah direktur komunikasi Institut Amerika Arab (www.aaiusa.org) dan memiliki

pengalaman luas dalam bidang pemasaran, komunikasi, dan hubungan masyarakat. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common

Ground (CGNews).



Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 17 Oktober 2008, www.commongroundnews.org

Telah

memperoleh hak cipta.

dilihat : 507 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution