Senin, 27 Januari 2020 03:07:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 139
Total pengunjung : 22903
Hits hari ini : 597
Total hits : 602942
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pelajaran Untuk Seorang Raja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 Agustus 2008 00:00:00
Pelajaran Untuk Seorang Raja
Men'e men'e tek'el ufarsin



Ada yang istimewa minggu ini. Bukan karena tahapan pemilu

2009 memasuki tahapan pencalonan legislatif masing-masing partai, bukan pula karena ada pemikiran saya mau diusulkan mendaftar

jadi KPU Provinsi Sumut, atau maju jadi calon walikota siantar 2010, tapi karena kotbah minggu pagi 27 Juli 2008 di GKPS

Sudirman yang membahas mabuk tuak dan juga mabuk-mabuk lainnya.



Ketika manusia mabuk, maka ia tidak dapat

mengendalikan diri, tidak sadar akan kelakuannya, angkuh, tidak takut akan Tuhan, bahkan berani menghina Tuhan. Pas sebagai

pelajaran untuk para calon RAJA/pemimpin!



Alakisah Raja Belsyazar raja orang kasdim yang sesat, dalam mabuk anggur,

hawa nafsu dan pesta poranya menjadi hilang kendali dan berani-beraninya mengambil cawan emas dan perak dari Bait Suci untuk

dipakai mabuk-mabukan.



Maka pada acara dugem tersebut, raja dibuat pucat, gelisah dan gemetar ketika melihat ada

jari-jari angan manusia menulis sesuatu di dinding : Men'e men'e tek'el ufarsin. Apa artinya? Nanti saya

jelaskan.



Tulisan yang dibuat "tangan ajaib" itu tidak dapat diartikan atau diterjemahkan oleh para ahli di kerajaan

itu, dari mulai ahli nujum, ahli jampi, para kasdim, para orang bijak sehingga raja menjadi bingung dan makin

gelisah.



Singkat cerita Daniel yang saat itu terkenal sebagai orang cerdas, rendah hati, penuh dengan roh para dewa,

pada nya terdapat kecerahan dan hikmat yang luar biasa, mematuhi perintah Tuhan-mampu menterjemahkan tulisan peringatan di

dinding, hingga akhirnya mendapat kemuliaan.



Sebagai penguasa Raja Belsyazar menjanjikan imbalan setimpal kepada

bagi yang menterjemahkan tulisan itu. Demikian juga dengan Daniel dijanjikan pakain dari kain ungu, lehernya akan dikalungi

emas dan akan mempunyai kekuasaan dalam kerajaan sebagai orang ketiga.



Daniel dengan rendah hati berkata, "Tahanlah

hadiah Tuanku, berikan pada orang lain, namun aku akan tetap membacakannya" Suatu sikap yang terpuji-bekerja bukan untuk diri

sendiri, namun agar Nama Tuhan semakin dimuliakan. Bukan seperti raja yang meninggikan diri lebih dari "YANG MEMBERINYA

NAFAS"



Maka diterjemahkanlah kata-kata di dinding. Men'e masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah

diakhiri Teke'l tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan Peres kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada

orang Media dan Persia. Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.



Oleh : Caroline Pintauli

Purba

dilihat : 455 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution