Jum'at, 29 Mei 2020 07:04:23 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 479
Total pengunjung : 139774
Hits hari ini : 3567
Total hits : 1434915
Pengunjung Online : 29
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kekayaan, Berkat Atau Kutuk?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 15 Juli 2008 00:00:00
Kekayaan, Berkat Atau Kutuk?
Tuhanlah yang menjadikan seseorang itu kaya, dalam 1 Samuel 2:7

dikatakan,”TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. “ Selain itu di dalam 1 Tawarikh

29:12,” Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah

kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.



Dalam kehidupan kita,

entah kaya ataupun miskin keberadaan kita, semuanya seizin Tuhan. Namun itu bukan berarti kita tidak perlu bekerja keras atau

hanya hidup bermalas-malasan saja menantikan ada hujan uang dari langit. Yang hendak ditekankan disini adalah Tuhanlah yang

memberikan kemampuan untuk dapat menjadi kaya, bukan karena kepintaran kita semata atau koneksi kita semata, dan

seterusnya.



Apakah Tuhan ingin memberkati kita secara materi? Ya, Ia berkehendak memberkati kita secara materi, agar

kita dapat menjadi sumber berkat bagi saudara seiman dan menjadi pengaruh dalam masyarakat.



Jadi untuk apakah

kekayaan yang ada pada kita ini?



Pertama-tama, sadarilah bahwa harta kekayaan yang kita miliki sebenarnya merupakan

milik Tuhan. Kita hanyalah penatalayanNya, bendahara Tuhan. (Ulangan 28:1-20)



Kedua, kekayaan material maupun rohani

harus disalurkan (1Yohanes 3:17-18, 2 Tim 4:2-5) : Saling berbagi dan peduli (Kis 2:44-45) = CARE; memandang pada yang lemah

dan bertindak bagi mereka seperti/sebagai penyembahan terhadap Yesus (Matius 25:34-40) = COMPASSION(Yak1:27a); apresiasi pada

para pelayan Tuhan, pengajar maupun pelayanan lima jawatan yang memperlengkapi gereja (1 Korintus 9:14, 1 Timotius 5:17-18,

Efesus 4:11-12) = SENDING (Matius 10:40-42)





Kekayaan menjadi kutuk bagi kita (Ulangan 28:15-46)

bila:



a. Berbagi dengan motivasi yang salah/ tidak murni/ ingin mendapatkan pujian (Kisah Para Rasul 5:1-11, Matius

6:1-4)



b. Tidak perduli pada sesama (Matius 25:41-46)



c. Tidak menghargai pelayan Tuhan sama dengan

menolak Dia (Matius 10:40)



d. Harta dunia atau Mamon, menjadi allahmu bukan Tuhan Yesus yang bertahta dalam hatimu

(Matius 6:24,21)





1 Timotius 6:17-19 menyatakan:



1Ti 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di

dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah

yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.



1Ti 6:18 Peringatkanlah agar mereka

itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi



1Ti 6:19 dan dengan demikian mengumpulkan

suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang

sebenarnya.



Pengirim : dave broos

dilihat : 487 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution