Sabtu, 30 Mei 2020 02:45:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 91
Total pengunjung : 140179
Hits hari ini : 741
Total hits : 1443505
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 23 Mei 2008 00:00:00
Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium
Sumber-sumber utama ajaran-ajaran

Gereja Katolik adalah Kitab Suci (Alkitab), Tradisi Suci, dan Magisterium. Dalam surat ensiklikalnya yang dikeluarkan pada

tahun 1943, Divino Afflante Spiritu serta bahasa-bahasa turunannya, sehingga dengan demikian dapat sampai kepada pengetahuan

yang lebih dalam dan lebih penuh mengenai makna dari naskah-naskah tersebut, dengan mengungkapkan bahwa "naskah asli... yang

telah ditulis oleh sang penulis yang terilhami itu sendiri, memiliki otoritas yang lebih tinggi dan bobot yang lebih besar dari

pada terjemahan manapun bahkan terjemahan yang paling baik sekalipun, baik yang kuno maupun yang modern."



Paus Pius

XII mendorong para sarjana Alkitab untuk giat mempelajari bahasa-bahasa asli kitab-kitab dalam Alkitab (Ibrani, Yunani dan Aram

utk Perjanjian Lama; Yunani utk Perjanian Baru) Daftar Kanonikal kitab-kitab suci, beserta isinya, yang diterima oleh Gereja

Katolik adalah kitab-kitab yang terdapat dalam Alkitab Bahasa Latin kuno edisi Vulgata.



Ada beragam

sumber bagi pengetahuan akan Tradisi Suci, yang menurut ajaran Gereja telah diterima dari para Rasul dalam bentuk tradisi

lisan. Banyak dari tulisan-tulisan para Bapa Gereja awal yang merefleksikan ajaran-ajaran dari Tradisi Suci,misalnya suksesi

Apostolik.



Di pusat doktrin-doktrin Gereja Katolik ada Suksesi Apostolik, yakni keyakinan bahwa para uskup adalah

para penerus spiritual dari Keduabelas Rasul mula-mula, melalui rantai konsekrasi yang tak terputus secara historis.

Perjanjian Baru berisi peringatan-peringat an terhadap ajaran-ajaran yang sekedar bertopengkan Kristianitas, dan menunjukkan

bahwa para pimpinan Gereja diberi kehormatan untuk memutuskan manakah yang merupakan ajaran yang benar. Gereja Katolik

mengajarkan bahwa Gereja Katolik adalah keberlanjutan dari orang-orang tetap setia pada kepemimpinan apostolik (rasuli) dan

episkopal (Keuskupan) serta menolak ajaran-ajaran palsu.



Bagian ke-8 dari dekrit Konsili Vatikan II mengenai Gereja,

Lumen Gentium menyatakan bahwa "Gereja Kristus yang tunggal yang dalam kredo diikrarkan sebagai satu, kudus, katolik dan

apostolik" berada "dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh penerus Petrus dan para uskup yang berada dalam persekutuan

dengannya." (Istilah penerus Petrus bermakna Uskup Roma, Sri Paus).



Katekismus Gereja Katolik, 85 menyatakan bahwa

interpretasi otentik dari Firman Allah dipercayakan kepda Magisterium Gereja yang hidup, yakni para uskup dalam persekutuan

dengan penerus Santo Petrus. Teologi Katolik menempatkan wewenang interpretasi Kitab Suci pada tangan-tangan penilaian yang

konsisten dari Gereja dari abad ke abad (hal yang senantiasa dan di mana saja diajarkan) bukannya pada penilaian pribadi

perseorangan. Meskipun demikian, ,magisterium mendorong umat gembalaannya untuk membaca Kitab Suci.



Menurut

Katekismus Gereja Katolik, "maksud utama Gereja adalah untuk menjadi sakramen persatuan batiniah antara manusia dengan Allah."

Dengan demikian "struktur Gereja secara keseluruhan di diarahkan kepada kesucian anggota-anggota tubuh

Kristus."



Pengirim : Eddy Tg



Dikutip dari milis www.pustakalewi.net

dilihat : 491 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution