Rabu, 15 Juli 2020 14:52:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 608
Total pengunjung : 167255
Hits hari ini : 3726
Total hits : 1805836
Pengunjung Online : 18
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hubungan Katolik dengan umat Kristiani lainnya




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 11 Mei 2008 00:00:00
Hubungan Katolik dengan umat Kristiani lainnya
Meskipun mengaku sebagai Gereja yang didirikan oleh Yesus, Gereja

Katolik mengakui bahwa banyak unsur-unsur keselamatan dalam Injil terdapat pula di dalam Gereja-Gereja dan komunitas-komunitas

gerejawi lainnya.



Dokumen Konsili Vatikan II, Lumen Gentium mengajarkan bahwa "Gereja Kristus yang esa yang dalam

kredo dimaklumkan sebagai "yang satu, kudus, katolik dan apostolik... " terdapat dalam (Lumen Gentium menggunakan kata Latin

"Subsistit in") Gereja Katolik, yang dipimpin oleh penerus Petrus dan oleh para uskup dalam persekutuan dengan beliau, meskipun

banyak unsur-unsur pengudusan dan kebenaran terdapat di luar dari strukturnya yang tampak.



Dengan demikian, dokumen

tersebut meneguhkan doktrin "Extra Ecclesiam Nulla Salus!" (tidak ada keselamatan diluar Gereja!).



Sejak Konsili

Vatikan II, Gereja Katolik telah menjangkau badan-badan Kristiani, mengusahakan rekonsiliasi yang semaksimal mungkin.

Kesepakatan- kesepakatan penting telah dicapai mengenai Pembaptisan, Pelayanan, dan Ekaristi bersama para teolog Anglikan.

Dengan badan-badan Lutheran telah dicapai kesepakatan serupa mengenai teologi pembenaran (justifikasi) . Dokumen-dokumen

penting ini telah makin mempererat ikatan persaudaraan dengan komunitas-komunitas gerejawi tersebut.



Meskipun

demikian, perkembangan-perkembangan terbaru, semisal pentahbisan wanita dan penerimaan terhadap pasangan homoseksual,

menghadirkan hambatan-hambatan baru bagi rekonsiliasi dengan Gereja Lutheran, Gereja-Gereja Reformasi, dan khususnya Gereja

Anglikan.

.

Konsekuensinya, pada beberapa tahun terakhir, Gereja katolik memusatkan upayanya pada rekonsiliasi dengan

Gereja-Gereja Ortodoks Timur, yang perbedaan teologisnya dengan Gereja Katolik tidaklah sedemikian

besar.



Hubungan-hubungan dengan Gereja-Gereja Ortodoks Rusia mengalami keretakan pada tahun 1990-an sehubungan

dengan masalah-masalah properti di negara-negara bekas Uni soviet, masalah-masalah tersebut belum terselesaikan (khususnya

paroki-paroki milik Gereja Katolik-Yunani Ukraina, sekalipun hubungan-hubungan persaudaraan dengan Gereja-Gereja Timur lainnya

terus mengalami kemajuan.



Oleh : Eddy Tg

dilihat : 490 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution