Sabtu, 15 Agustus 2020 00:14:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 29
Total pengunjung : 191041
Hits hari ini : 103
Total hits : 2031331
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kedamaian Dalam Keberagaman




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 24 April 2008 00:00:00
Kedamaian Dalam Keberagaman
Berhayal tentang kedamaian adalah hal yang banyak dilakukan oleh

manusia pada saat ini, kenapa? Pasca kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia sadar sudah tidak lagi dapat mengalami kedamaian

yang sejati, manusia terbuang ke dunia, dan harus hidup susah payah mencari nafkah demi kelangsungan hidup. Manusia selalu

berharap kedamaian itu selalu berdiam di dalam hati, sangat tidak mungkin memang bila manusia dapat mewujudkan kedamaian sejati

di dunia ini, karena kedamaian sejati hanyalah milik Tuhan.



Kedamaian menjadi rebutan bagi banyak insan di dunia

ini, menjadi sesuatu yang langka, dari sejak awal kehidupan manusia di dunia ini, gambaran untuk mencapai kedamaian sudah

terlukis, segala upaya dilakukan oleh manusia demi pencarian kedamaian yang seutuhnya. Namun, manusia ternyata tidak dapat

mencapainya, alih-alih manusia menjadi saling membenci, berperang, saling menindas, demi memperebutkan kedamaian yang memang

seharusnya ada di dunia ini, kenapa? karena Tuhan juga menginginkan ciptaannya menjadi satu dalam kedamaian!



Tuhan

menginginkan ciptaannya hidup tentram, dan manusia juga menginginkan hal yang sama, seharusnya ketika ada renspons yang baik,

maka keadaan damai itu sudah ada dan seharusnya terpelihara sampai pada saat ini, memang tidak mungkin manusia mencapai

kedamaian sejati, tetapi paling tidak manusia dapat hidup saling menghormati, tidak bertikai, kalaupun ada perbedaan seharusnya

manusia mengucap syukur atas perbedaan yang ada, sebab jika manusia dan ciptaan lain hanya diciptakan satu jenis dan satu rupa,

maka manusia akan merasa bosan hidup didunia ini, dengan kekayaan ciptaan yang sudah ada saja manusia merasa bosan, apalagi

jika yang diciptakan hanya sejenis!



Tidak ada yang salah dengan Tuhan, sebab Tuhan itu sangat mengasihi ciptaannya,

manusia juga cenderung mengasihi, misal : ketika kita memiliki sesuatu yang dirasa sangat berharga,maka kita akan sangat

menyayangi nya. Kita saja mengasihi milik kita, apalagi Tuhan! Jadi yang menjadi pertanyaan adalah Manusia nya. Ada apa dengan

manusia, apa yang salah, apa yang sebenarnya menjadi keinginan manusia,apakah benar manusia menginginkan kedamaian,atau

jangan-jangan manusia ingin menandingi Tuhan?!



Tidak ada manusia di dunia ini yang mau disalahkan dan dituding ingin

menandingi Tuhan, tetapi kenyataan yang ada manusia berprilaku seolah lebih berkuasa ketimbang Tuhan. Manusia menciptakan

sekat-sekat yang hari demi hari semakin tinggi, manusia menganggap bahwa perbedaan adalah musuh dan mengira bahwa dengan

menciptakan satu ras, satu agama, satu pemerintahan, satu kepentingan menjadi jawaban, dengan pola seperti ini manusia meyakini

akan terwujud kedamaian! manusia menganggap bahwa yang berbeda ras, agama, kulit, pemerintahan adalah musuh yang harus

dimusnahkan.



Manusia tidak menyadari perbedaan yang diciptakan Tuhan adalah demi pendewasaan kehidupan manusia itu

sendiri, hati yang seharusnya menjadi alat kontrol tak lagi digunakan dan bahkan dipermainkan oleh pikiran manusia itu sendiri,

melakukan deal-deal yang hanya mementingkan diri sendiri... Mengklaim bisa melakukan apapun, dan merasa lebih hebat dari orang

lain adalah ciri manusia dijaman ini, manusia menciptakan airmata darah, luka, dendam, kepedihan, dan menghancurkan keindahan

cinta atas nama kedamaian, agama, pribadi, ras, golongan! bahkan mengatas-namakan Tuhan demi pemuasan ambisi yang tak

berdasar!



Manusia sudah tidak lagi mecerminkan cinta, yang sebenarnya sudah dimiliki sejak diciptakan, manusia

saling berkisah tentang pembunuhan, penindasan, melakukan pembatasan HAM pada orang lain dengan dalil demi ketentraman dunia!

Menggunakan ayat-ayat suci kitab-kitab agama demi mendiskreditkan golongan tertentu! Manusia benar-benar menandingi Tuhan

dengan melarang orang lain memiliki keyakinan yang berbeda, mengeluarkan keputusan-keputusan yang merugikan orang lain,

mencekal beberapa golongan minoritas, membatasi akses HAM orang lain, lihat saja di negara kita Indonesia ini, Cuma karena

agama nya tidak terdaftar di pemeritahan, hak untuk mendapatkan KTP dipersulit, kalaupun KTP diberikan, maka pada kolom agama

diharuskan mengisi agama yang terdaftar saja, kalau yang bersangkutan tidak mau, maka tanda pada kolom agama nya adalah

Strip, coba kita sama-sama pikirkan, apakah ada agama Strip (-) ??. dengan kesulitan mendapatkan KTP, sudah tentu untuk

urusan-urusan kependudukan akan dipersulit, seperti surat nikah, akses pekerjaan, dan lain-lain. Dengan perlakuan yang seperti

ini sama saja dengan membunuh secara perlahan.



Beberapa golongan merasa diri sebagai penguasa dunia ini, dan mengaku

menjadi wakil Tuhan yang bertanggung jawab atas ketentraman dunia. Klaim-klaim seperti ini menjadikan golongan minoritas

menjadi terkungkung dalam garis kemelaratan HAM! terpenjara, tak tahu harus menangis pada siapa, takut untuk hidup

bermasyarakat, karena sudah terlebih dahulu dijadikan bahan intimidasi, dideskreditkan oleh kaum mayoritas



Tetapi

Bukan Tuhan namanya bila terus membiarkan kaum proletar, minoritas di perlakukan dengan tidak berprikemanusiaan. Bagaimana pun

Tuhan tidak ingin membiarkan dunia ini hancur berantakan oleh keserakahan beberapa golongan. Tuhan punya hak dan cara kerja

yang jitu, kaum intelektual moderat perlahan hadir di seluruh dunia ini, meneriakkan perbedaan adalah keindahan, perbedaan

adalah pendidikan, kebebasan adalah hak setiap manusia, memiliki kesejahteraan dan kedamaian adalah hak manusia. Siapapun tidak

bisa merampasnya!, hari demi hari manusia dididik oleh Tuhan untuk lebih kritis, menghargai sesama, mengasihi sesama,

seharusnya manusia menyadari ketika manusia merasa diri hebat, maka manusia itu sebenarnya semakin terlihat kecil dihadapan

Tuhan!



Indahnya persaudaraan lewat perbedaan agama, ras, golongan, harus kita wujudkan lewat diri kita sendiri, mari

rasakan kedamaian lewat persahabatan keberagaman, dan teriakkan kedamaian, sebarkan kedamaian itu bagi siapapun. Dunia butuh

orang-orang seperti Anda untuk memperbaiki dunia ini. Jangan biarkan dunia ini semakin berantakan! tebarkan cinta pada sesama,

dan akhirnya Selamat berjuang menanam benih-benih perdamaian.



Oleh : Basar Daniel.



Diambil dari milis

[www.pustakalewi.net]

dilihat : 487 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution