Rabu, 15 Juli 2020 16:18:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 645
Total pengunjung : 167291
Hits hari ini : 4216
Total hits : 1806326
Pengunjung Online : 13
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dualisme Dalam Kekristenan Dan Keabsolutan Kebenaran Alkitab Sebagai Firman Allah (3)




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 20 April 2008 00:00:00
Dualisme Dalam Kekristenan Dan Keabsolutan Kebenaran Alkitab Sebagai Firman Allah (3)
Keabsolutan Kebenaran Alkitab Sebagai Firman

Allah



Allah sendiri berfirman bahwa Alkitab tersebut ditulis untuk tujuan: kita dapat mengenal Allah dan AnakNya

Yesus Kristus dengan pengenalan sejati yang mendatangkan hidup yang kekal (Yohanes 17: 3), inilah pernyataan Diri Allah secara

pribadi. Pranata, 2002: 31 memaparkan bahwa secara proposisional, Tuhan Allah menyatakan DiriNya secara verbal, melalui

perkataan atau informasi yang dapat dipahami manusia. Ini merupakan perbuatan supranatural Allah yang menyatakan kebenaranNya

dengan sifat kognitif, artinya dapat ditangkap oleh rasio manusia. Mengenai hal ini Arthur F. Holmes juga menerangkan dalam

Segala Kebenaran Adalah Kebenaran Allah bahwa:



Hubungan yang sama antara kebenaran proposisional dan kebenaran

personal juga terlihat berkenaan dengan penyataan khusus. Kebenaran proposisional didasarkan pada kebenaran personal Allah.

(2000: 64).



Siapapun yang percaya akan kemahakuasaan Allah meyakini bahwa Allah adalah sumber segala kebenaran

tentang segala sesuatu, dan bahwa pengetahuanNya adalah sempurna itu merupakan sumber pengetahuan kita. Sehingga apapun yang

kita kejar demi memperoleh kebenaran adalah bersumber daripadaNya. Hal ini memberi gambaran kepada kita bahwa kebenaran itu

bersifat absolut dan bahwa kebenaran itu hanya milik Allah saja.



Holmes (2000: 59-60, 62, 128, 136) juga

menyampaikan bahwa kebenaran bersifat absolut, yang artinya bahwa kebenaran itu tak dapat berubah, sekaligus bersifat

universal, jadi selalu tetap dan tak berubah di manapun dan kapanpun. Kebenaran hanya milik Allah membuktikan bahwasanya

kebenaran itu bersifat personal dan bukan bersifat otonom. Hal ini juga menjelaskan bahwa kebenaran Allah itu meliputi seluruh

aspek rasional (nyata terlihat dalam alam semesta) maupun aspek kognitif manusia. Kebenaran yang dapat diperoleh manusia dari

Allah itu bukan bersifat teoritis melainkan sangat personal, yaitu melibatkan hati dan pikiran manusia itu sendiri. Ini pun

diungkapkan oleh David Cupples dalam bukunya Beriman Dan Berilmu bahwa:



Allah bukan suatu obyek penelitian, begitu

juga FirmanNya. Salahlah sikap kita kalau kita ingin mendekati Allah dan FirmanNya tanpa iman (Ibrani 11: 6). Dialah Allah yang

hidup, yang harus kita muliakan, percayai, dan puja. Oleh sebab itu, Alkitab pun sebagai Firman Allah, tidak boleh diperlakukan

sebagai buku biasa yang hanya diteliti secara obyektif dan akademis saja. Sikap netral terhadap Firman Allah sama dengan sikap

netral terhadap Allah sendiri. Cara kita meneliti Firman Allah harus sesuai dengan cara kita bersekutu dengan

Allah.



Dalam teknis pelaksanaannya, tidak boleh ada perbedaan mutlak antara cara kita mempelajari Alkitab dalam

ibadah pribadi dan dalam ruang kuliah. Kapan saja kita membaca Alkitab, akal budi dan hati harus terlibat. Kita akan selalu

berusaha untuk makin mengerti suatu nats Alkitab serta makin menghayati dan menghormati arti nats tersebut sebagai Firman yang

berasal dari Allah. (1996: 29)



Lebih lanjut, Frame (2002: 128-131) menceritakan pemikiran Cornelius Van Til bahwa

pesan Alkitab adalah suatu pesan mengenai anugerah Allah yang mutlak berdaulat dan berbicara dengan otoritas mutlak juga.

Karena Alkitab adalah Firman Allah, dalam hal ini Alkitab menyampaikan otoritas ultimat Allah yang bersifat inerrancy

(ketidakbersalahan Alkitab) sebagai bentuk komitmen teologis yang berdasarkan pada Pribadi Allah dan pengajaran Alkitab. Ini

berarti bahwa Alkitab dalam naskah dan bahasa aslinya, menyajikan pernyataan-pernyataan yang benar sepenuhnya, meliputi

berbagai bidang di antaranya bidang iman, etika, sejarah, dan alam semesta.



Pengilhaman Alkitab juga bersifat

infallibility. Ini tercakup dalam kedaulatan ilahi. Allah berdaulat di dalam kekuasaanNya atas umat manusia yang rasional, yang

berarti juga bahwa Ia berdaulat di dalam wahyuNya mengenai diriNya sendiri kepada umat manusia tersebut. Secara otomatis Allah

yang berdaulat di dalam hal keberadaan, maka pastilah Ia juga berdaulat dalam bidang pengetahuan.



Allah perlu

mengilhamkan Alkitab sebagai FirmanNya yang tertulis kepada manusia. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia tidak dapat

dibiarkan sendiri, karena manusia berdosa ’sudah pasti akan salah menginterpretasikan’ tindakan-tindakan Allah yang

menyelamatkan mereka itu. Oleh karena itu keberadaan Alkitab sangat penting, sehingga pesan Allah yang menyelamatkan tersebut

dapat: 1) tetap ada sepanjang masa; 2) menjangkau semua umat manusia; 3) ditawarkan kepada manusia secara obyektif; dan 4)

menyaksikan kebenarannya di dalam dirinya sendiri.



Secara naturnya Alkitab berotoritas, yang menyampaikan klaim

Allah akan otoritas mutlak yaitu KetuhananNya atas manusia. Dan hal itu menjadi penantang klaim manusia akan otonomi. Sehingga

tidak ada yang bisa ditambahkan kepada Alkitab sebagai suatu otoritas yang setara dengan Alkitab. Di sinilah terbukti bahwa

Alkitab memiliki kecukupan.



Alkitab yang sangat jelas penyataanNya, membuatnya tidak memerlukan ‘penengah’ antara

Alkitab dengan penerimanya. Menyangkali kejelasan Alkitab berarti juga menyangkali otoritasnya. Seandainya pengajaran manusia

diperlukan agar Alkitab bisa dipergunakan sebagaimana seharusnya, maka otoritas manusia tersebut menjadi otoritas ultimat di

dalam gereja. Sekali lagi Alkitab tidak memiliki ketidakmampuan tersebut, sehingga sangat jelaslah bahwa Alkitab tidak

memerlukan perantara agar dapat diterima targetnya.



Penyataan Alkitab sendiri terhadap dirinya sendiri itulah yang

membuatnya pantas untuk dipercayai. Dalam 2 Timotius 3: 16; 1 Korintus 2: 13 dan 2 Petrus 1: 20-21 nyata mengenai hal itu.

Pengilhaman dalam penulisan Alkitab memberikan pengertian bahwa inisiatif penulisan itu datang dari Allah dan dikendalikan oleh

Allah sendiri. Demikian juga bahwasanya nubuat-nubuat yang terdapat dalam Alkitab tidak berasal dari kehendak para penulis.

Para penulis tersebut benar-benar hanyalah menyampaikan apa yang diperintahkan Allah (dengan gerakan dan kuasa dari Roh Kudus)

kepada mereka sehingga mereka dikendalikan dan dihindarkan dari kemungkinan melakukan kesalahan pada saat menuliskannya, dengan

tidak meninggalkan kepribadian dan gaya penulisan para penulis itu sendiri (Haan, 2000: 7-8).



Sementara itu banyak

sekali penemuan sains dewasa ini yang justru mendukung kebenaran Alkitab. Di antaranya kebenaran mengenai penciptaan yang

dibuktikan adanya : umur bumi yang masih muda; adanya sisa bencana air bah sebagai peristiwa katastropik yang mengubah seluruh

kondisi fisik bumi; runutan silsilah manusia atas bangsa-bangsa maupun kenyataan jumlah manusia yang sekarang memenuhi bumi;

pengkopian sifat jenis mahluk hidup; penurunan kondisi bumi dan alam semesta yang membawa dampak global keseluruhan aspek

manusia yang sejalan dengan hukum termodinamika II; catatan historis atas tokoh pelaku yang terdapat dalam Alkitab; ketepatan,

keefektifan, maupun keakuratan segala sistem yang dijalankan tokoh-tokoh pelaku Alkitab sebagai bentuk pengilhaman oleh Allah.

Semuanya yang menyangkut bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, tatanegara, ekonomi, sejarah, dan lainnya ini telah membuktikan

kebenaran Alkitab yang tak terbantahkan oleh siapapun dan apapun juga. Kebenaran Alkitab Sebagai Firman Allah adalah Absolut.



Oleh : Anna Mariana Poedji Christanti M.Sc

dilihat : 484 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution