Rabu, 23 September 2020 03:22:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 122
Total pengunjung : 219063
Hits hari ini : 858
Total hits : 2280851
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Spiritual War in Computer Games




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 26 Maret 2008 00:00:00
Spiritual War in Computer Games
Jaman sekarang salah satu hiburan anak-anak, remaja dan

pemuda yang paling digemari adalah games. Orang bermain games mencoba untuk menghibur diri dan juga untuk hobby dan untuk

menghilangkan kejenuhan. Di dalam games itu terdapat banyak konsep yang ditawarkan. Sadarkah Anda bahwa terjadi peperangan

rohani dan peperangan konsep di dalam permainan games? Sadarkah Anda bahwa ada konsep yang hendak ditawarkan oleh games-games?

Sadarkah bahwa dunia kegelapan sedang mengajari anak-anak, remaja-remaja bagaimana mereka menjadi penganut paganisme?





Salah satu games yang paling digemari beberapa saat yang lalu adalah Ragnarok. Games ini kelihatannya indah yaitu semua

orang di internet bermain dan bisa berhubungan satu sama lain di dalam dunia games. Dunia ini dunia virtual community.

Kelihatannya luar biasa semua jenis orang bisa berkumpul di internet dan menjadi satu di dalam dunia ini. Di dalam dunia ini

ada karakter-karakter yang dimainkan dan karakter-karakter ini bisa bermacam-macam. Anda bisa seorang pencuri, Anda bisa

seorang magician, Anda bisa seorang elf, Anda bisa seorang knight, Anda bisa seorang swordman, Anda bisa seorang laki-laki atau

perempuan. Intinya sama yaitu Anda terus bermain di dalam dunia ini. Kemudian sadarkah bahwa sekitar Anda adalah alam semesta

yang berkilauan cahayanya dan mengandung unsur spiritual. Dunia sekitar Anda adalah spiritual. Dan Andapun adalah mahluk

spiritual. Anda bisa mengeluarkan magic. Anda membutuhkan manna sebagai kekuatan untuk magic. Manna itu bisa Anda manipulasikan

dan keluarkan jurus-jurus. Dan kemudian kerohanian dan kekuatan Anda dapat bertingkat dengan seiringnya pengalaman. Anda bisa

bertumbuh dari level 1 ke level 2 sampai ke level yang tidak terbatas. Anda bisa menjadi allah. Dan yang menarik dibawah kaki

setiap hero Anda terdapat lingkaran pentagram yang menyala-nyala.





Ada konsep apa yang ditawarkan oleh

permainan ini?



1. Konsep alam semesta adalah Spiritual

Perhatikanlah bahwa alam semesta ini adalah

berkilau-kilau dan warna yang ditampilkan adalah terang berkilauan memikat seperti mengandung kekuatan atau kuasa.





2. Konsep Anda adalah Spiritual being

Di bawah Anda adalah pentagram. Pentagram ini adalah bintang 5 sisi yang

banyak menjadi lambang dari paganisme atau occultisme. 5 sisi ini melambangkan bahwa ada 5 unsur elemental alam semesta yang

adalah ultimat yaitu air, api, udara, tanah, logam. Alam semesta adalah bersifat spiritual dan Anda juga spiritual dan

menyembah alam semesta. Kemudian Anda bertumbuh dari level 1 yang masih bodoh. Tidak peduli apapun karakter Anda (elf, archer,

knight, swordman), Anda terus bertumbuh jadi mahluk yang lebih baik. Anda hendak menjadi demigod ataupun god. Ini adalah proses

divinisasi.



3. Anda bisa memanfaatkan kuasa alam atau manna

Manna adalah sesuatu kuasa yang dapat Anda

manfaatkan untuk mengcasting magic. Di dalam diri Anda terdapat manna yang bisa dimanipulasikan. Anda berkuasa.



4.

Konsep bahwa Anda dan alam semesta adalah Satu

Akhirnya Anda dan alam semesta adalah satu. Anda mahluk spiritual dan

alam semesta adalah makrokosmos yang besar. Manna terdapat di dalam alam semesta dan Anda bisa meraihnya. Tetapi akhirnya di

dalam hidup anda, Anda akan bersatu dengan makrokosmos itu.





Semua konsep yang dipaparkan itu adalah konsep

paganisme. Konsep kekafiran. Konsep okultisme dan konsep satanisme. Konsep ini berusaha untuk merasuki setiap pribadi yang

memainkannya. Saya berargumentasi kenapa hal ini berbahaya :



1. Kebanyakan manusia di dunia ini adalah kosong.

Mereka membutuhkan dan haus akan satu spiritualitas. Dan games menawarkan spiritualitas melalui konsep-konsepnya.



2.

Banyak orang yang ingin games menghibur diri tetapi akhirnya bukan menghibur diri namun mengikat diri ke dalam penghiburan

yang bersifat candu. Ada kisah nyata seseorang pergi ke warnet dan 2 hari berada di sana tidak makan. Kemudian waktu keluar

dari warnet anak itu mati lemas. Betapa tercandunya mereka dengan games.



3. Games ini walaupun bersifat virtual

dan bukan realita tetapi membawa pikiran ke dalam realita kingdom of darkness.



4. Banyak orang yang main games

ini jatuh ke dalam penyembah setan, okultisme, dan mempengaruhi moral mereka.



5. Di dalam games ini maka konsep

kebenaran mulai dicuci dan diracuni konsep kebohongan.





Adapun konsep-konsep Kekristenan yang hendak

dihancurkan adalah :

1. Tuhan dan ciptaan adalah berbeda

2. Manusia adalah gambar dan rupa Allah yang harus

mengabdi kepada penciptaNya

3. Manusia bukan Allah

4. Allah bukan manusia

5. Alam semesta bukan

Allah

6. Alam semesta adalah ciptaan Tuhan

7. Spiritualitas manusia adalah menjadi hamba Tuhan, bukan

menjadi allah

8. Manusia harus menyembah Tuhan



Sebetulnya masih banyak games-games yang menawarkan

konsep-konsep paganisme seperti: Zelda, Quest for Glory, Ultima, Heroes Might and Magic, Advanced Dungeon and Dragons. Setiap

games yang ada tanda pentagram, ada manna, ada magic semua ini harus Anda hati-hati.



Kiranya artikel yang singkat

ini boleh menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan.



Untuk membaca mengenai Paganisme, baca buku: Spirit War oleh

Rev. Prof. Peter Jones, Ph.D.



Materi ini tidak ada di sana tetapi Spirit War berusaha melihat secara filosofis dan

realita peperangan rohani dan kebangkitan paganisme.



Lain waktu bahas mengenai film-film seperti Saint Seiya, Star

War, etc. Semua mengajarkan hal yang ada kesamaan tetapi ada perbedaan. Intinya we are in spiritual war.



oleh: Ev.

Jeffrey Lim



(mahasiswa program Master of Divinity di Institut Reformed, Jakarta )



Terinspirasi ketika

mengikuti kuliah Dr. Peter Jones, Dosen Westminster Theological Seminary



Sumber :

http://groups.yahoo.com/group/METAMORPHE

dilihat : 520 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution