Selasa, 13 April 2021 05:38:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Membangun Komunikasi Politik Di Daerah




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 24 Januari 2008 00:00:00
Membangun Komunikasi Politik Di Daerah
oleh : Ev. Antonius Steven Un, S.Kom.,

M.Div.



Sekalipun pemilihan umum baru akan diadakan dua tahun lagi, euforia demokrasi mulai terjadi dengan berdirinya

beberapa partai politik baru. Pendirian partai politik baru, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang

Partai Politik, berimbas pada pengadaan struktur kepengurusan di daerah.



Sejatinya, dengan semakin banyak partai

politik (parpol) baru didirikan ditambah dengan pengadaan struktur hingga ke tingkat kecamatan, seharusnya kanal aspirasi

politik menjadi semakin banyak sehingga kepentingan masyarakat menjadi lebih terakomodasi. Namun demikian, fakta membuktikan

ternyata tidak demikian.



Kehadiran parpol di daerah lebih berfungsi sebagai representasi organisatoris dan

kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ketimbang sebagai representasi politik masyarakat. Parpol lebih menyuarakan kepentingan

partai ketimbang kepentingan konstituen dan lebih mendahulukan kepentingan diri daripada kepentingan masyarakat. Kalau begini,

parpol menjadi malfungsi dan disfungsi.



Tidak heran, masyarakat lebih suka menggunakan aksi ekstra-parlementer,

politik jalanan atau pengerahan masa dalam menyampaikan aspirasinya. Penggunaan ruang publik dalam bentuk unjuk rasa tidak lagi

dibaca sebagai bentuk ekspresi kebebasan mengeluarkan pendapat melainkan sebagai bentuk ketidakpercayaan publik atas peran

komunikasi politik yang diemban parpol dan wakil rakyat.



Akibatnya akan menjadi sangat mahal harganya dan sangat

membebani seperti terciptanya iklim investasi yang kurang kondusif, suatu prakondisi syarat bagi pertumbuhan ekonomi ideal.

Karena itu, perlu adanya reposisi dan revitalisasi peran komunikasi politik yang diemban parpol.



Peran ini jelas

ditegaskan oleh para akademisi seperti guru besar ilmu politik UI, almarhumah Prof. Miriam Budiardjo dan ahli politik Sigmund

Neumann. Jika Prof. Budiardjo menggunakan istilah “komunikasi politik”, Neumann menyatakan peran partai politik sebagai sarana

“penghubung antara pemerintah dan pendapat umum”.



Komunikasi politik memiliki dua arah: dari rakyat kepada

pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah kepada rakyat. Arah pertama menuntut parpol berperan sebagai sarana agregasi dan

artikulasi kepentingan yang akan diteruskan menjadi program partai untuk diusulkan dan diperjuangkan menjadi kebijakan publik

dari pemerintah berkuasa. Arah kedua menuntut parpol untuk melakukan sosialisasi produk hukum dari legislatif dan kebijakan

pemerintah kepada masyarakat.





Efektivitas Komunikasi Politik



Peran komunikasi politik yang

diemban oleh parpol di daerah perlu diupayakan efektivitasnya di dalam langkah-langkah kongkrit. Pertama, secara etika politik,

perlu adanya suatu kesadaran nurani dan political will dari elit partai serta wakil rakyat di daerah untuk membangun komunikasi

politik. Dengan lain kata, benar-benar ada keinginan kuat untuk menyerap aspirasi masyarakat.



Tanpa keinginan luhur

demikian maka komunikasi politik tidak akan berjalan efektif sekalipun pemerintah menyediakan tunjangan komunikasi intensif

mencapai miliaran rupiah atau memfasiltasi segala rupa sarana dan prasarana komunikasi. Malah semua anggaran dan sarana

prasarana yang disediakan menjadi tidak tepat guna dan mubazir bahkan dianggap pemborosan.



Kedua, secara manajemen,

parpol di daerah perlu merekrut elit profesional dan menguatkan struktur mencakup bidang-bidang yang merupakan kebutuhan

masyarakat/ konstituen seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, UKM, tenaga kerja, pertanian, peternakan dan sebagainya. Dengan

begini, pada satu sisi, parpol di daerah dapat melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat secara lebih kompeten,

rasional dan realistis, dan pada sisi lain, dapat melakukan kajian obyektif terhadap efektifitas dan efisiensi kebijakan

pemerintah daerah dalam bidang-bidang tersebut. Hasil dari usaha ini dapat disalurkan melalui fraksi-fraksi parpol yang ada di

DPRD untuk disuarakan kepada pemerintah daerah.



Ketiga, secara teknis, parpol di daerah perlu mendirikan pusat

layanan publik semacam call center yang mudah diakses oleh masyarakat serta langsung ditanggapi secara antusias baik oleh elit

partai dan terutama oleh fraksi partai politik di DPRD untuk diteruskan kepada pemerintah atau pihak yang terkait. Sebagai

contoh, customer service yang disediakan oleh bank-bank dalam bentuk call center 24 jam, terbukti efektif menangani keluhan

pelanggan. Hal ini merupakan wujud dari motto yang diemban pelaku bisnis: pelanggan adalah raja. Apabila para praktisi politik

sungguh-sungguh ingin menjadi abdi masyarakat maka layanan publik call center bisa menjadi salah satu wujud komitmen mulia

tersebut.



Sumber : Kompas Jawa Timur, Selasa, 6 Februari 2007





Profil Ev. Antonius Steven Un

:

Ev. Antonius Steven Un, S.Kom., M.Div. adalah Dosen dan Ketua Sekolah Theologia Reformed Injili Malang (STRIM) sekaligus

menggembalakan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Malang. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Komputer (S.Kom.) di

Universitas Bina Nusantara Jakarta dan Master of Divinity (M.Div.) di Institut Reformed Jakarta. Beliau aktif melayani dalam

Gerakan Reformed Injili di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Kupang, Yogyakarta dll. Beliau juga aktif menulis

di koran seperti Kompas Jawa Timur dan SINDO Sore Jabotabek.

dilihat : 527 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution