Jum'at, 29 Mei 2020 07:56:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 497
Total pengunjung : 139792
Hits hari ini : 3960
Total hits : 1435308
Pengunjung Online : 29
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Naomi, Wanita Allah Yang Tegar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 18 Oktober 2007 00:00:00
Naomi, Wanita Allah Yang Tegar
Rut 1:5 “Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.”





Ketika Ayah saya meninggalkan dunia ini sekitar tiga bulan yang lalu, saya menyaksikan Ibu saya mengalami masa-masa

yang sungguh tidak mudah. Ditinggalkan selamanya oleh orang yang kita kasihi memang sangat menyakitkan. Meskipun kita menyadari

bahwa satu hari kelak setiap orang pasti akan meninggal tetapi tetap saja ada perasaan duka setiap kali kali kita kehilangan

orang-orang yang kita kasihi. Nenek dan Ayah saya meninggal dalam Tuhan, keduanya menarik napas terakhir setelah saya

menumpangkan tangan mendoakan mereka untuk terakhir kalinya. Sampai hari ini masih ada perasaan kehilangan di hati saya setiap

kali mengingat mereka.



Bayangkan betapa beratnya duka yang harus dialami oleh Naomi, dia bukan saja telah kehilangan

suaminya tetapi juga kehilangan dua orang anaknya. Setelah kedua putranya meninggal, Naomi meminta para menantunya yang

merupakan orang Moab untuk pulang ke rumah orang tua mereka masing-masing. Pada awalnya kedua menantunya ingin tetap

mengikutinya tetapi akhirnya hanya Rut yang bersikeras untuk tetap mengikuti Naomi. Lalu Naomi bersama Rut pulang ke kita

Betlehem, tanah Yehuda dan kepulangan mereka membuat gempar seluruh penduduk Betlehem. Kegemparan itu mungkin disebabkan oleh

berita yang telah mereka dengar tentang semua ketragisan yang telah dialami oleh Naomi. Mungkin juga wajah Naomi yang kusut dan

suram akibat duka yang mendalam membuat para perempuan Betlehem ragu apakah itu benar Naomi yang dulu mereka kenal sehingnga

mereka bertanya, “Naomikah Itu ?” Tetapi Naomi berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara,

sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”



Naomi memang mengalami banyak hal yang pahit

tetapi dia tidak tinggal dalam kepahitan tersebut. Dia tidak menyangkal hal-hal buruk yang telah menimpanya tetapi ia tidak

menjadi kecewa dengan Allah. Malah sebaliknya Naomi membantu menjodohkan Rut dengan Boas sehingga pasangan ini nantinya

melahirkan salah satu garis keturunan dari Kristus. Orang yang kepahitan tidak akan memikirkan atau melakukan sesuatu untuk

membahagiakan orang lain seperti yang dilakukan Naomi terhadap Rut. Alkitab mencatat pada akhirnya Naomi menghabiskan masa

tuanya dengan sangat indah dimana dia mengasuh cucunya yang merupakan garis keturunan dari Mesias.



Kisah Naomi ini

mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh pernah putus asa dalam menghadapi beratnya persoalan hidup. Hal-hal yang pahit boleh

menimpa hidup kita tetapi kita jangan tinggal dalam kepahitan tersebut. Sesulit dan seberat apapun masalah yang kita hadapi,

kita harus tetap bersikap positif sebab dibalik semua itu ada hal indah yang Tuhan telah sediakan. Tetaplah melayani orang lain

dan berusaha membahagiakan sesama seperti yang dilakukan oleh Naomi. Pada akhirnya kita pasti akan melihat pelangi kasihNya

dinyatakan dalam hidup kita ! –Sunanto.

dilihat : 475 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution