Senin, 12 April 2021 06:51:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden Jokowi Tegaskan Organisasi Keagamaan Wajib Miliki Komitmen Kebangsaan




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 08 April 2021 17:30:42
Presiden Jokowi Tegaskan Organisasi Keagamaan Wajib Miliki Komitmen Kebangsaan

Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, tiap organisasi keagamaan di Indonesia wajib memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, mengutamakan prinsip-prinsip berbangsa sesuai UUD 1945, menjunjung tinggi Pancasila, serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Organisasi keagamaan harus menjunjung tinggi sikap toleransi kepada sesama, menghormati perbedaan, memberi ruang kepada orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, serta menghargai kesetaraan dan perbedaan, dan bersedia bekerja sama,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4/2021) kemarin.

Presiden Jokowi secara terbuka mengapresiasi paradigma baru LDII yang mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi, menjunjung tinggi ideologi Pancasila, UUD 1945, tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Organisasi keagamaan harus punya komitmen kebangsaan yang kuat dan tadi sudah disampaikan oleh Bapak Ketua Umum LDII,“ katanya.

Ia mengatakan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan. Organisasi keagamaan di Indonesia, lanjutnya, harus meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Organisasi keagamaan harus memiliki prinsip. Ini penting penting. Prinsip antikekerasan, menolak tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal,” katanya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, organisasi keagamaan harus menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia, yang sangat bineka, ramah, dan terbuka terhadap keberagaman tradisi yang merupakan warisan leluhur.

“Ramah dan terbuka terhadap seni dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika kita sebagai bangsa Indonesia,” katanya.info/b1/red

dilihat : 31 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution