Senin, 12 April 2021 08:19:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Keuskupan Timika Instruksikan Sekolah Pedalaman Tetap Beraktivitas




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 05 Maret 2021 16:15:54
Keuskupan Timika Instruksikan Sekolah Pedalaman Tetap Beraktivitas

Surabaya - Pihak Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua menginstruksikan pengurus sekolah wilayah (PSW) di setiap kabupaten untuk tetap menggelar kegiatan belajar tatap muka, terutama di sekolah-sekolah pedalaman baik di wilayah pesisir maupun pegunungan yang masih dianggap sebagai zona hijau penyebaran Covid-19.

"Kami sudah mengeluarkan surat ke semua PSW yang ada di beberapa kabupaten termasuk kepada Tim Pastoral agar memastikan sekolah-sekolah di wilayah pedalaman yang daerahnya dianggap masih zona hijau untuk tetap menggelar pembelajaran tatap muka. Hal ini dikecualikan bagi sekolah-sekolah di kota seperti di Timika, Nabire, Biak yang memang merupakan zona merah penularan Covid-19," kata Administratur Keuskupan Timika Pastor Marthin Kuayo Pr di Timika, Jumat (05/03/2021).



Keuskupan Timika, kata Pastor Marthin, semenjak awal pandemi Covid-19 telah mengeluarkan kebijakan untuk menyerahkan sepenuhnya penyelenggaraan sistem pembelajaran menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah masing-masing.

Saat ini PSW Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Keuskupan Timika mengelola puluhan hingga ratusan sekolah mulai dari jenjang TK hingga jenjang SMA/SMK yang tersebar di sejumlah kabupaten mulai dari Mimika, Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya hingga Biak.

Hampir seluruh sekolah di kota-kota besar di Papua seperti Timika, Nabire dan Biak selama masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun tidak menggelar pembelajaran tatap muka, namun dialihkan ke sistem pembelajaran daring atau online untuk mencegah timbulnya kluster baru penularan Covid-19.

"Di Nabire, SMP Antonius yang dikelola oleh suster-suster sempat tidak menggelar belajar tatap muka selama dua minggu karena kepala sekolah dan beberapa guru terpapar Covid-19. Informasinya sekarang mereka sudah mulai beraktivitas kembali," ujar Pastor Marthin.

Berkaitan dengan program vaksinasi Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah secara gratis, menurut Pastor Marthin, jajarannya tidak mewajibkan guru-guru maupun staf administrasi di semua sekolah untuk harus ikut menerima suntikan vaksin Sinovac.

"Semua itu dikembalikan kepada keputusan pribadi masing-masing. Kami dari yayasan tidak bisa memaksakan orang untuk ikut vaksin. Kalau memang yang bersangkutan merasa penting divaksin untuk melindungi diri dari penularan Covid-19, silakan saja, namun kami juga tidak melarang orang yang tidak mau ikut disuntik vaksin," ujarnya.b1/red

dilihat : 37 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution