Senin, 12 April 2021 07:51:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Puan Maharani Menyangrai Kopi & Saksikan Tari Gandrung Saat Kunjungi Desa Wisata Osing Banyuwangi




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 03 Maret 2021 07:18:53
Puan Maharani Menyangrai Kopi & Saksikan Tari Gandrung Saat Kunjungi Desa Wisata Osing Banyuwangi

Surabaya - Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Puan dengan didampingi Bupati lpuk Fiestiandani mengunjungi Sanggar Genjah Arum di kawasan Desa Wisata Osing, berlokasi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Senin malam (01/03/2021).

Kedatangan Ketua DPR RI disambut langsung musik lesung yang dimainkan sejumlah perempuan sepuh.

Pada kesempatan itu, Puan turut menyangrai kopi Arabica Banyuwangi dengan tungku api tradisional. Kemudian menyaksikan dua tarian tradisional suku Osing yakni Tari Gandrung dan Tari Jaran Goyang.

Puan mengapresiasi seniman Osing dan Banyuwangi yang terus berkarya ditengah pandemi Covid 19. Ia meminta pemerintah terus memperhatikan nasib pelaku budaya dan pariwisata dari dampak pandemi Covid- 19.

“Seni dan budaya merupakan salah satu pilar di dalam membangun kepribadian bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurut Puan, masyarakat Osing dengan sistem sosial dan budayanya menyimpan banyak kearifan lokal yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi sekarang. “Kita harus merawat budaya lokal warisan leluhur,” tegasnya.

Puan berharap pelestarian seni dan budaya suku Osing berdampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat. ” Budaya adalah energi pariwisata. Jadikan ini sebagai modal untuk menarik wisatawan asing datang ke Banyuwangi sehingga bisa menggerakkan perekonomian warga setempat,” imbuhnya.

Bupati Ipuk menyebut Pemkab Banyuwangi menjadikan budaya sebagai modal dalam membangun daerah.

“Bagi Banyuwangi, menjaga budaya yang hidup di masyarakat amatlah penting. Bahkan, event-event seni dan budaya menempati porsi terbesar agenda wisata Banyuwangi Festival sebagai wujud keberpihakan pemerintah pada pelestarian seni, budaya, dan tradisi lokal,” terangnya.b7/red

dilihat : 24 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution