Senin, 12 April 2021 08:46:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PGRI Minta Kemkes Perjelas Tahapan Vaksinasi Covid-19 Bagi Guru




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 27 Februari 2021 14:54:11
PGRI Minta Kemkes Perjelas Tahapan Vaksinasi Covid-19 Bagi Guru

Surabaya - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta Kementerian Kesehatan (Kemkes) memperjelas tahapan vaksinasi Covid-19 untuk guru/pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Pasalnya, guru-guru khususnya yang berada di daerah sudah tidak sabar untuk menerima vaksinasi sehingga terus mempertanyakan jatah vaksin dari pemerintah.

“Banyak yang bertanya ke saya, kalau kami (guru-guru) di daerah, bagaimana caranya, tahapnya, karena itu berbasis pendataan jadi prosedur yang jelas sangat dinantikan. Jangan sampai guru berebutan karena takut tidak dapat, karena tidak diedukasi,” kata Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi dalam diskusi virtual bertajuk “Vaksinasi Tahap II: Prioritaskan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan”, Jumat (26/2/2021).

Menurut Unifah, dirinya memahami bahwa vaksinasi PTK akan dilakukan secara bertahap, sehingga situasi itu perlu disosialisasikan dengan baik kepada para guru. Unifah mengaku mendapatkan informasi bahwa vaksinasi kedua untuk PTK akan digelar di Kepulauan Seribu. Terkait hal itu, ujarnya, muncul keresahan di kalangan para guru di Provinsi DKI Jakarta.

“Mereka katakan, Bu, kalau di Pulau Seribu, kami tidak ikut. Ngeri bagaimana ke sananya. Mudah-mudahan nanti dicari tempatnya karena PGRI tadinya menyediakan tempat untuk vaksinasi,” kata Unifah.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, persyaratan vaksinasi PTK sama dengan persyaratan vaksinasi secara umum. Nadia menyebut semua warga Indonesia pada dasarnya adalah sasaran atau prioritas. Namun, mengingat ketersediaan vaksin yang minim maka perlu tahapan atau pendekatan klaster (kelompok).

“Kriteria sama vaksinasi kepada PTK dengan kelompok sasaran lainnya. Usia di atas 18 tahun, artinya untuk tenaga pendidik usia minimum juga 18 tahun, ke atas bebas silakan usia berapa saja,” kata Nadia.

Nadia menjelaskan persyaratan vaksinasi terus mengalami pembaruan dari waktu ke waktu. Dia mencontohkan vaksinasi Covid-19 saat ini diizinkan untuk ibu menyusui. Selain itu, penyintas Covid-19 juga diperbolehkan jika sudah lebih dari tiga bulan. Vaksinasi kini juga diperbolehkan bagi orang-orang dengan komorbid, asal seizin dari dokter.

“Jika punya penyakit jantung, pernah operasi, punya riwayat penyakit ginjal, atau penyintas dan penyandang kanker, selama dokter katakan aman untuk divaksin, maka kita beri vaksinasi,” ujar Nadia.b1/red

dilihat : 29 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution