Senin, 08 Maret 2021 10:27:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur Ridwan Kamil Gagas Mobil Vaksin COVID-19 Bagi Lansia




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 23 Februari 2021 06:15:45
Gubernur Ridwan Kamil Gagas Mobil Vaksin COVID-19 Bagi Lansia

Surabaya - Pempov Jawa Barat berinovasi dengan menggagas mobil vaksin COVID-19 untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi tahap II di Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, mobil vaksin akan fokus mengunjungi lansia yang menjadi sasaran penyuntikan vaksin COVID-19 dan menjangkau daerah-daerah terpencil di Jabar.

“Untuk lansia tentu ada keterbatasan fisik. Itu menjadi atensi kami. Alhamdulillah kami diizinkan oleh Bapak Presiden untuk menggunakan inovasi mobil vaksin,” kata Kang Emil di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (22/2).

“Jadi nanti jangan kaget kalau orang divaksin ada mobil vaksin Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput lansia yang mungkin secara fisik kerepotan menunggu antrean,” imbuhnya.

Jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Sebanyak 4.403.983 lansia dan petugas publik 2.195.215 orang.

Kang Emil juga menuturkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berjalan efektif. Hal itu terlihat dari penurunan tingkat keterisian rumah sakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar per 21 Februari 2021, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar sebesar 58,1 persen, sesuai standar rujukan WHO yakni tingkat keterisian rumah sakit kurang dari 60 persen.

“Tingkat kematian di Jabar sangat rendah, hanya 1,12 persen. Artinya, 98 koma sekian persen itu sembuh dan proses menuju sembuh,” tuturnya.

Terkait level kewaspadan, dari data periode 8 sampai 14 Februari 2021, terdapat satu daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) di Jabar yakni Kota Cirebon. Lainnya, terdapat 21 Zona Oranye (Risiko Sedang), dan 5 Zona Kuning (Risiko Rendah) di Jabar.

Selain itu, Kang Emil melaporkan level kewaspadaan di desa/kelurahan di Jabar. Per 11 Februari 2021, 2.350 desa/kelurahan di Jabar masuk Zona Hijau. Sedangkan yang berstatus Zona Merah hanya 340 desa/kelurahan atau 5 persen dari total desa/kelurahan di Jabar.

“Jadi mayoritas desa dan kelurahan di Jabar itu zona hijau yakni sebanyak 54 persen. Zona Kuning 37 persen, Zona Oranye 4 persen, Zona Merah hanya 5 persen,” katanya.

Tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) di Jabar per 26 Januari hingga 21 Februari 2021, termasuk periode PPKM Mikro mulai 9 Februari 2021, sebesar 84,96 persen. Sementara tren kepatuhan prokes jaga jarak di Jabar adalah 81,85 persen.

Selama PPKM Mikro di Jabar, terdapat 5.082.488 orang yang dipantau oleh TNI, Polri, dan Satpol PP di 949.772 titik pemantauan.

Kabupaten Sumedang paling disiplin menggunakan masker. Terendah Kabupaten Bogor. Jaga jarak tertinggi Kabupaten Bandung, dan terendah Kabupaten Pangandaran.b7/red

dilihat : 46 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution