Senin, 12 April 2021 07:22:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Google Mengancam Hentikan Mesin Pencarinya di Australia




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 Januari 2021 17:08:56
Google Mengancam Hentikan Mesin Pencarinya di Australia

Surabaya - Google mengancam akan menghapus mesin pencarinya dari Australia karena negara itu memaksa perusahaan berbagi royalti dengan penerbit berita.

Seperti dilaporkan BBC, Jumat (22/01/2021), Australia memperkenalkan undang-undang penting untuk membuat Google, Facebook, dan perusahaan teknologi lain yang berpotensi membayar outlet media untuk konten berita mereka.

Namun raksasa teknologi AS telah melawan, dengan alasan undang-undang itu memberatkan dan akan merusak akses lokal ke layanan.

PM Australia Scott Morrison mengatakan anggota parlemen tidak akan menyerah pada "ancaman".

Kode berita yang diusulkan akan mengikat Google dan Facebook ke negosiasi yang dimediasi dengan penerbit mengenai nilai konten berita, jika tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai terlebih dahulu.

Pada sidang Senat, Jumat (22/1), Direktur pelaksana Google Australia Mel Silva mengatakan bahwa undang-undang itu "tidak bisa diterapkan".

"Jika versi kode ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan nyata selain berhenti menyediakan Google Penelusuran di Australia," katanya.

Morrison mengatakan pemerintahnya tetap berkomitmen untuk memajukan hukum melalui parlemen tahun ini. Saat ini mereka mendapat dukungan politik yang luas.

"Biar saya perjelas: Australia membuat aturan kami untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan di Australia. Itu dilakukan di parlemen kami," katanya kepada wartawan, Jumat.

"Dan orang-orang yang ingin bekerja dengan itu, Anda sangat disambut. Tapi kami tidak menanggapi ancaman."

Anggota parlemen lain menggambarkan ultimatum Google sebagai "pemerasan" dan "perusahaan besar yang menindas demokrasi".b1/red

dilihat : 61 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution