Kamis, 25 Februari 2021 09:12:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ketua DPR Puan Maharani: Persatuan dan Kerukunan Harus Terus Dirawat




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 14 Januari 2021 12:18:17
Ketua DPR Puan Maharani: Persatuan dan Kerukunan Harus Terus Dirawat

Surabaya – Ketua DPR Puan Maharani menegaskan persatuan dan kerukunan bangsa tidak bersifat statis. Puan berharap persatuan dan kerukunan sepatutnya senantiasa dirawat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita perlu sadar bahwa persatuan dan kesatuan itu bukan hal statis. Kita tidak boleh menganggap persatuan Indonesia akan terjadi sendiri. Persatuan harus terus dirawat dan ditumbuhkan dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Puan Webinar Dialog Antarumat Beragama, Kamis (14/01/2021).

Kegiatan bertajuk “Bersatu dalam Keragaman dan Kedamaian Mengatasi Pandemi Covid-19” tersebut merupakan bagian dari Pra Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 MPR, DPR, dan DPD.

Puan mengajak seluruh pemuka agama agar terus menyuarakan pentingnya persatuan bagi seluruh umat beragama. Selain itu, setiap pemuka agama pun harus mengingatkan umat beragama tentang pentingnya nilai-nilai gotong royong yang merupakan intisari Pancasila.

“Kita harus ingat, persatuan adalah bagian dari bangsa kita, bagian dari jati diri kita. Ini semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak negara mengagumi konsep Indonesia sebagai konsep yang diperlukan di negara mereka masing-masing,” ucap Puan.

Puan menyatakan sila ketiga Pancasila secara terang benderang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Puan mengungkap Proklamator sekaligus Presiden pertama Soekarno sudah menegaskan bahwa Indonesia didirikan untuk semua golongan.

“Bung Karno (Soekarno) saat pertama berpidato tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 sudah katakan, kita hendak dirikan negara buat semua, bukan untuk satu golongan, tetapi semua untuk semua,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pada bagian lain, Puan menuturkan tenaga kesehatan hingga saat ini masih berjuang merawat pasien positif Covid-19. Puan mengajak seluruh komponen bangsa mendoakan masyarakat yang terpapar Covid-19 supaya segera sembuh.

“Kita turut doakan semua tenaga kesehatan yang berjuang di garis depan untuk melawan Covid-19. Mari kita terus jaga tanggung jawab kita dengan dispilin terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ucap Puan.

Puan mengatakan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai di atas 89 juta kasus. Jumlah korban meninggal lebih dari 1,9 juta orang. Di Indonesia, angka kasus positif mencapai sekitar 856.000, dan korban meninggal lebih dari 24.000.

“Angka-angka tersebut menunjukkan Covid-19 tidak pandang bulu, tidak memandang apa agamanya, suku, warna kulit, dan pekerjaan. Covid-19 adalah musuh kita bersama. Untuk melawannya kita tidak boleh terpecah belah,” tegas Puan.

Puan bersyukur di tengah pandemi Covid-19, nilai-nilai persatuan masih diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Antartetangga saling membantu ketika ada yang terkena Covid-19. Sesama teman, lanjutnya, saling mengingatkan agar menjaga protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, Puan berharap parap pemuka agama dapat turut menyukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Dikatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjalani vaksin perdana pada Rabu (13/01/2021).

Menurut Puan, Presiden ingin menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman untuk digunakan. Ditambahkan, BPOM pun telah mengeluarkan izin. “MUI juga sudah keluarkan fatwa halal. Mari kita sama-sama meyakinkan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19,” kata Puan.

Puan menambahkan vaksin Covid-19 sangat dibutuhkan apabila Indonesia ingin segera mengatasi pandemi. Puan menegaskan membangun kekuatan nasional di bidang kesehatan membutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh stakeholder.

Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan tenaga kesehatan, organisasi agama, perguruan tinggi, lembaga riset bidang kesehatan, industri, dan swasta. Rakyat Indonesia pun perlu ambil bagian dan tanggung jawab dengan melaksanakan hidup bersih dan sehat.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan tahun 2021 sebagai tahun Indonesia menjawab semua tantangan, tahun pemulihan. Insyaallah dengan kita berusaha dan berdoa, Indonesia dapat segera keluar dari pandemi Covid-19,” demikian Puan.b1/red

dilihat : 77 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution