Kamis, 25 Februari 2021 09:52:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ketum Aprindo Minta Pemerintah Konsisten Evaluasi Pelaksanaan PSBB




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 08 Januari 2021 12:21:41
Ketum Aprindo Minta Pemerintah Konsisten Evaluasi Pelaksanaan PSBB

Surabaya - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta pemerintah agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat dalam waktu terbatas konsisten dievaluasi. PSBB diharapkan bukan pelarangan operasional bagi peritel modern/mal dalam menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.

"Yang perlu ditingkatkan adalah kedisiplinan masyarakat tanpa kompromi di berbagai daerah khususnya Jawa-Bali," kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey dalam siaran persnya, Jumat (08/01/2021).

Dia mengatakan, sikap masyarakat terhadap pandemi secara garis besar terdiri dari tiga tipe yakni masyarakat tahu pandemi dan patuh protokol kesehatan 3-M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjaga kesehatan), masyarakat tahu pandemi tetapi tidak disiplin protokol kesehatan dan masyarakat tahu pandemi tetapi tidak peduli dan sengaja melanggar protokol kesehatan. “Untuk dua tipe perilaku masyarakat terakhir inilah, kami harapkan ada tindakan jelas, tegas dan terukur, agar pandemi tidak meningkat,” imbuh Roy

Roy menambahkan, PSBB ketat yang akan dilakukan pada 11-25 Januari 2021 di beberapa daerah, perlu ditindaklanjuti dengan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat ekonomi lemah. Bantuan harus tepat waktu, konsisten dan didukung data akurat kepada masyarakat penerima.

Menurutnya, penyaluran dengan memanfaatkan digitalisasi melalui finansial teknologi adalah salah satu cara efisien dan efektif, sehingga menghindari interaksi pemberi dan penerima. Selain itu, memfokuskan masyarakat penerima hanya membelanjakan kebutuhan pokok dari BLT tersebut. Dampkanya, meningkatkan konsumsi rumah tangga, sebagai penyokong 57% pertumbuhan ekonomi melalui PDB Indonesia.

Pada masa PSBB ketat ini, menurut Roy, dapat dijadikan momentum bagi pemerintah menyalurkan subsidi bantuan langsung tunai pada para pekerja di ritel modern dan mal berdasar UMR dengan memberikan subsidi 50%. Langlah ini dapat mencegah potensi kebangkrutan (penutupan gerai usaha) dari peritel maupun mal atau pusat perbelanjaan akibat pandemi. Selama tahun 2020 mall terdampak rata-rata negatif 12%, dibanding tahun 2019 positif 5,17%.

Aprindo juga berharap kebijakan fiskal dan moneter yang berkelanjutan. “Saat ini, peritel dan mal tengah menunggu alokasi dan akses untuk kredit korporasi dana PEN (pemulihan ekonomi nasional) dengan bunga murah 3%-3,8% dibanding bunga tinggi 9%-10% akibat belum adanya juklak juknis dari 15 bank yang ditunjuk menyalurkan dana PEN bagi pelaku usaha korporasi swasta,” tandasnya.

Roy menegaskan, pelaku usaha siap mendukung kebijakan pemerintah mencegah kasus Covid-19. Namun pemerintah juga semestinya membuat kebijakan yang tidak mematikan pelaku usaha peritel, suplier dan UMKM yang menitipkan produknya melalui gerai-gerai ritel dan mal. Pasalnya, selama ini peritel dan mal bukan klaster penyebaran Covid-19.

“Yang berkunjung ke ritel dan mal masih sangat terbatas selama pandemi ini dan kita konsisten menjalankan protokol kesehatan. Di tahun 2020 kita memperjuangkan bersama agar negatif terhadap pandemi Covid-19, tetapi di tahun 2021, kita perlu memperjuangkan bersama, seimbang dalam rem dan gas untuk maju positif dalam semangat optimisme ekonomi," kata Roy.b1/red

dilihat : 129 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution