Senin, 12 April 2021 07:02:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sedulur Saklawase Berbagi Buku Bacaan di Desa Pager Wetan Pasuruan




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 04 Januari 2021 08:05:12
Sedulur Saklawase Berbagi Buku Bacaan di Desa Pager Wetan Pasuruan

Surabaya – Awali tahun 2021 Komunitas Sedulur Saklawase Surabaya yang berangggotakan eks relawan Jokowi, menggelar kegiatan literasi dengan aksi membagikan buku bacaan. Sasaran program di Desa Pager Wetan Kecamatan Purwosari Kabupaten yang kegiatannya dilangsungkan Minggu (03/01/2021).

Aktivis peduli anak Desa Pager Wetan, Niken Kusumawati menuturkan, ada kegelisahan saat menyaksikan anak-anak sibuk dengan gadgetnya. Karena tampilan di gadget bisa juga menyesatkan anak-anak jika tidak ada pengawasan. Karenanya dia bersama para pemuda di desa tersebut menginisiasi wadah kegiatan untuk anak-anak, seperti taman bacaan, tempat bermain, sanggar melukis dan juga menari.Diharapkan tempat-tempat tersebut menjadi arena untuk mengembangkan bakat anak-nak di Desa Pager Wetan.

“Kita berupaya bagaimana anak – anak tetap mempunyai dunianya yaitu bermain. Kita juga ingin ada keseimbangan untuk anak-anak antara menggunakan gadget dan bermain. Jangan sampai kemudian hidup mereka dikuasai gadget, bahaya karena ada dampaknya,” ujar Niken.

Keberadaan Desa Pager Wetan ini cukup menarik. Abdul Rozak Kepala Desa setempat mengatakan, saat ini desanya tengah berupaya menjadi desa ramah anak. Salah satunya dengan cara mengajak anak- anak untuk gemar membaca dan tidak bergantung pada HP.

“Di desa ini disediakan aneka mainan anak tradisional. Sehingga anak anak akan bisa bermain bersama dan tidak menjadikan HP sebagai alat permainan tunggal yang bisa membuat anak menjadi individualistis. Sdaat ini tengah mengupayakan desa ini menjadi desa ramah anak. Taman bacaan dan aneka permainan tradisional kita siapkan, agar anak anak bisa menikmati dunianya yaitu bermain dan membaca, dan tidak bergantung pada HP”, ujar Abdul Rozak.

Rozak bersyukur upayanya mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan masyarakat bergotong royong untuk membuat taman bacaan dan tempat bermain. Selain itu, juga membuat sanggar melukis dan menari.

“Semua dikerjakan bersama-sama. Kita tidak mengeluarkan anggaran sama sekali. Semua berasal daru warga,” jelasnya.

Filipus Herman dari Komunitas Sedulur Saklawase menyampaikan, bahwa upaya Desa Pager Wetan membangun kawasan ramah anak sangat luar biasa. Saat ini tidak banyak daerah yang memberi ruang bagi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, sebagian besar daerah termasuk desa lebih mengutamakan pembangunan ekonomi. Sementara untuk kepentingan anak-anak diabaikan. Akhirnya banyak anak yang menjadi nakal, karena tidak terfasilitasi untuk berkegiatan secara positif.

“Sangat menarik ada desa yang peduli dengan anak-anak. Karenanya kita mendukung desa ini dengan membantu pengadaan buku bacaan anak”, tutur Herman yang juga seorang pengusaha di Surabaya ini.

Desa Pager Wetan, selain tengan berupaya menjadi desa ramah anak, Desa ini juga menjadi juara pertama lomba ketahanan pangan lestari di wilayah Kabupaten Pasuruan dan akan mewakili Pasuruan dalam lomba serupa tingkat Provinsi.kjt/red

dilihat : 101 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution