Sabtu, 06 Maret 2021 13:18:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PT KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Libur Tahun Baru Tanggal 30




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 29 Desember 2020 13:05:18
PT KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Libur Tahun Baru Tanggal 30

Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memprediksi puncak arus mudik kereta api (KA) pada masa liburan Tahun Baru 2021 terjadi tanggal 30 Desember 2020. Sedangkan, puncak arus balik penumpang kereta api (KA) diperkirakan pada 3 Januari 2021.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menyebutkan, pada masa libur Natal, puncak mudik telah terjadi pada 23 Desember 2020 dan puncak balik terjadi pada 27 Desember 2020. Sedangkan, untuk momen libur Tahun Baru 2021, KAI memprediksi puncak arus pelanggan terjadi pada 30 Desember 2020 dan 3 Januari 2021.

“KAI menilai pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 akan ada dua gelombang arus perjalanan, yaitu libur Natal 2020 dan libur Tahun Baru 2021. Hal tersebut menyesuaikan dengan masa cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Joni Martinus dalam keterangan resmi, Senin (28/12/2020).

Dia menekankan, KAI telah bersiap melayani peningkatan pelanggan selanjutnya yakni di momen libur Tahun Baru 2021.

"Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan KA, kami akan terus menambah layanan rapid test antigen dan konsisten mematuhi setiap aturan serta kebijakan dari pemerintah dalam rangka menekan penyebaran Covid-19," kata Joni.

Sementara itu, dia menyebutkan, KAI melayani 40.600 pelanggan pada masa puncak arus balik libur Natal 2020 atau keberangkatan 27 Desember 2020.

Pada tanggal tersebut, KAI mengoperasikan 106 perjalanan KA jarak jauh ke berbagai tujuan dengan rata-rata okupansinya mencapai 88% dari tiket yang KAI sediakan.

“KAI berterima kasih kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan masa libur Natal menggunakan layanan kereta api. KAI memastikan bahwa perjalanan dengan kereta api telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan untuk memastikan tidak ada penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api," kata Joni Martinus.

Di momen libur Natal yakni pada 18 - 27 Desember 2020, KAI telah memberangkatkan 334.000 pelanggan KA jarak jauh atau rata-rata 33.000 pelanggan per hari ke berbagai tujuan. Jumlah tersebut naik 18% dibandingkan pada bulan November di mana KAI rata-rata melayani 28 ribu pelanggan KA jarak jauh per hari.

Joni menyampaikan, pada periode tersebut rata-rata KAI mengoperasikan 106 perjalanan KA jarak jauh per hari dengan okupansi rata-rata di atas 70%. Bahkan pada rute dan tanggal tertentu, tiket beberapa KA ludes terjual seluruhnya untuk KA relasi Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur atau sebaliknya.

Rapid Test
Sebagai peningkatan pelayanan bagi pelanggan, KAI telah menyediakan 28 stasiun yang melayani rapid test antigen seharga Rp 105.000.

"Sudah lebih dari 62.000 peserta rapid test yang kami layani di stasiun untuk memudahkan pelanggan dalam melengkapi syarat menggunakan kereta api pada masa pandemi Covid-19. Jumlah stasiun tersebut secara berkala juga akan kami tambah," tambah Joni.

Menurut Joni, untuk mengatasi antrean yang mungkin ada pada awal layanan rapid test antigen di stasiun, KAI telah menata alur layanan tersebut, yakni menyediakan ruang tunggu dengan kapasitas yang lebih memadai serta memberikan jarak antara calon penumpang saat mendaftar, mengambil sampel, hingga saat menunggu hasil.

“Meski terdapat aturan kewajiban rapid test antigen sebagai persyaratan menggunakan KA jarak jauh, namun hal ini tidak mengurangi minat masyarakat dalam menggunakan transportasi KA pada masa libur Natal 2020,” kata Joni.

Joni mengatakan, hal ini tidak lepas dari tingkat kepercayaan masyarakat akan protokol kesehatan yang KAI terapkan serta faktor harga rapid test antigen di stasiun yang murah.B1/red

dilihat : 70 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution