Senin, 08 Maret 2021 22:49:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sekolah Kreatif Lentera Pengharapan YBPK Malang Berbagai Sukacita Natal dengan berbagi Mainan




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 18 Desember 2020 18:05:21
Sekolah Kreatif Lentera Pengharapan YBPK Malang Berbagai Sukacita Natal dengan berbagi Mainan

Malang,pustakalewi.com - Menumbuhkan dan mengajarkan rasa empati pada anak sejak dini sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Inilah yang menarik dalam perayaan Natal di Sekolah Kreatif Lentera Pengharapan YBPK Malang pada 18 Desember 2020.

Para siswa bersukacita dengan berbagi mainan kepada anak-anak sebaya di tengah kampung Ngaglik gang IV Malang dimana sekolah berada. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian ucapan syukur atas tuntasnya pembelajaran semester dan sekaligus perayaan Natal sekolah. Para siswa dan guru menerapkan protocol kesehatan yang ketat dalam kegiatan ini.

Sejak dua minggu sebelumnya para siswa dan guru bersama-sama mempersiapkan acara ini mulai dari berkreasi membuat pohon Natal dari bahan-bahan bekas dahan pohon di sekitar halaman sekolah, mengumpulkan mainan bekas yang layak dari para simpatisan sekolah, juga berlatih seni untuk pengisi perayaan Natal.

“Kami ingin mengajarkan berkreativitas dan sekaligus membangun empati kepada para siswa dalam perayaan Natal kali ini, sehingga para siswa dapat mengerti makna perayaan Natal yang sesungguhnya, terlebih di masa pandemi kali ini.” Demikian disampaikan Rosita selaku kepala sekolah.

Sekalipun mainan yang terkumpul dari simpatisan cukup banyak, para siswa hanya diberi kesempatan untuk memilih 2 jenis mainan yang mereka minati, selebihnya mainan yang ada mereka bagikan kepada teman-teman seusia mereka yang tinggal disekitar sekolah, yang berada ditengah-kampung padat penduduk. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga sekitar, anak-anak ini kelihatan gembira dan rukun.

Lebih jauh Rosita menambahkan, sekolah kreatif ini selama pandemi menerapkan model belajar di rumah, namun kegiatan belajar di rumah tetap dilakukan secara variatif dengan tugas-tugas sekolah yang tetap memicu kreatifitas mereka.

Proses belajarnya dipandu oleh guru dan relawan dari mahasiswa Universitas Brawijaya, serta pegiat pembelajaran kreatif. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebosanan anak-anak saat belajar di rumah.mwp

dilihat : 126 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution