Sabtu, 05 Desember 2020 22:22:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sertifikasi CHSE Mampu Menarik Kepercayaan Wisatawan Nusantara




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 21 November 2020 08:11:52
Sertifikasi CHSE Mampu Menarik Kepercayaan Wisatawan Nusantara

Surabaya - Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) berupaya terus mengembalikan kejayaan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi virus Covid-19. Berbagai upaya pun dilakukan demi meraih kepercayaan dan mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus). Salah satunya ialah dengan melakukan sertifikasi Sertifikasi CHSE (clean, health, safety & environment).

Juru Bicara (Jubir) Kemparekraf Prabu Revolusi mengatakan, lewat protokol kesehatan tersebut dapat mendorong kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

"Semua kita lakukan untuk memastikan pariwisata Indonesia kita bisa berdenyut lagi, bisa kembali jutaan orang yang bersandar hidupnya pada pariwisata bisa kembali bernapas,” ungkap Prabu dalam acara Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal di kawasan Jakarta Pusat, pada Jumat, (20/11/2020).

Kemparekraf juga memastikan bahwa di setiap destinasi wisata protokol CHSE terimplementasi. Tepatnya di 10 destinasi prioritas dan lima destinasi super priotitas. Diketahui, dalam situs CHSE disebutkan bahwa saat ini telah ada 7.541 usaha pariwisata yang telah mendapatkan sertifikasi ini di 307 kabupaten dan Kota, serta 34 provinsi.

"Protokol CHSE digenjot dan dampaknya cukup tinggi. Jika destinasi aman maka wisatawan akan datang,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi, Agustini Rahayu menjabarkan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata.

"Sertifikasi CHSE ini berfungsi untuk sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," ujar Rahayu.

Digital

Dalam membangun kepercayaan publik, Rahayu mengatakan bahwa pola komunikasi digital kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Mengingat, wisatawan usia 15-29 tahun ternyata menyumbang sekitar 23% dari wisatawan global pada 2016, dan angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Platform digital harus jadi pintu masuk pengembangan wisata milenial di Indonesia, terutama untuk menarik dan meraih wisatawan milenial tersebut. Dunia digital memang menjadi pintu masuk paling banyak bahkan menjadi syarat seseorang masuk dalam kategori milenial.

Selain gencar berpromosi di sosial media, Kemparekraf juga mencoba mengadopsi Artificial Intelligence (AI) sebagai media komunikasi langsung. Salah satunya adalah chatbot bernama, TiWi yang berada di laman website resmi Kemparekraf.

Chatbot ini adalah sebuah inovasi yang lahir dari keterbatasan ruang gerak di tengah pandemi. TiWI dapat membantu masyarakat menjawab berbagai pertanyaan mengenai pariwisata.

“Kita menyikapi kondisi penuh keterbatasan dengan AI dan virtual. Usia TiWi baru tiga bulan, kami terus berupaya untuk mengembangkan ini dan mendidiknya dengan informasi-informasi yang baik sehingga bisa membantu masyarakat,” jelasnya.b1/red

dilihat : 75 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution