Sabtu, 23 Januari 2021 20:08:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur Hadiri East Java Fashion Harmony 2020 di Banyuwangi




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 15 November 2020 21:05:34
Gubernur Hadiri East Java Fashion Harmony 2020 di Banyuwangi

Surabaya,pustalewi.com - East Java Fashion Harmony 2020 berlangsung bersahaja dan indah. Berlatar belakang Pantai So Long Banyuwangi, fashion show bertema Batik Gringsing ini diikuti 12 desainer dari Jawa Timur yang membawakan rancangan desain dengan tema berbeda-beda dan filosofi masing-masing.

Tema Batik Gringsing diangkat dalam East Java Fashion Harmony bukan tanpa alasan. Namun tema ini sengaja diangkat guna mengangkat filosofi batik gringsing sebagai wujud doa kemanusiaan untuk dunia dari Jawa Timur.

Filosofi ini diambil dari kebiasaan pembatik gringsing yang kerap membatik dengan membacakan kalimat doa. Kekuatan sebuah doa yang disematkan dalam sebuah karya seni berupa batik menjadi wujud ikatan kuat perajin pada pemiliknya, bahkan pada orang lain yang menggunakannya nanti.

Batik gringsing bermakna gring yang berarti sakit dan sing yang berarti jangan. Maka gringsing memiliki makna jangan sakit.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam East Java Fashion Harmony 2020 mengatakan bahwa gelaran ini sengaja dilakukan tidak di dalam gedung melainkan di ruang terbuka. Hal ini dilakukan karena saat ini masih suasana adaptasi baru pandemi Covid-19, dan dibutuhkan untuk diselenggarakan di tempat yang aman dari penyebaran covid-19.

East Java Fashion Harmony 2020 ini menelusuri jejak Batik Gringsing Jawa Timur di sembilan daerah. Yaitu seperti Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Tuban, Tulungagung, Trengalek, Pamekasan, Bangkalan, dan Banyuwangi.

Pasalnya batik Jawa Timur bukan hanya menampilkan keunggulan dan keelokan motif yang beraneka ragam. Namun juga menceritakan dan melestarikan nilai-nilai leluhur. Yang kemudian dinarasikan di atas canting oleh para perajin batik tulis.

“Banyak di antara kita yang harus kembali memanggil memori bahwa berbagai seni, kearifan lokal banyak dituliskan di atas canting oleh para pembatik. Termasuk para kreator yang memungkinkan bersinergi dengan desainer dan produsen batik di Jatim,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini menegaskan bahwa penyelenggaraan East Java Fashion Harmony 2020 yang dihelat outdoor ini juga menjadi bentuk kepatuhan Pemprov Jatim terhadap protokol kesehatan. Pengunjung dan juga partisipan seluruhnya harus non reaktif dalam rapid test dan dipastikan sehat. Semua di lokasi fashion show juga harus bermasker atau menggunakan face shield.

“Ini win win profit yang kita coba berikan. Bahwa kreativitas dan inovasi tetap mendapatkan ruang saat pandemi covid-19,” pungkas Khofifah.

East Java Fashion Harmony turut dihadiri Puteri Indonesia 2020, Rr Ayu Maulida sebagai model utama. Selain itu juga turut didampingi sejumlah model lokal. Gelaran ini menampilkan kreasi dan inovasi dari 12 perajin, desainer dan kreator batik.info/red

dilihat : 76 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution