Kamis, 25 Februari 2021 09:16:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dukung Potensi Pertanian, KADIN Akan Gelar Jakarta Food Security Festival 2020




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 November 2020 17:11:21
Dukung Potensi Pertanian, KADIN Akan Gelar Jakarta Food Security Festival 2020

Surabaya - Sukses membantu 1.028.030 orang petani, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan bantuan kepada dua juta petani hingga 2023. Jika ada kebijakan yang jelas dari pemerintah, pelaku usaha besar akan lebih mudah memberikan bantuan kepada para petani lewat pola kemitraan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan, Franky Oesman Widajaya pada diskusi dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Senin (09/11/2020). Kadin Indonesia berencana menggelar Jakarta Food Security Festival (JFSS) ke-5 pada tanggal 18-20 November 2020 di Jakarta. Diskusi tiga hari itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menghadirkan para menteri dan pelaku bisnis nasional.

Sekitar satu juta petani yang sudah dibantu Kadin dalam pola kemitraan meraih peningkatan produktivitas hingga lebih dari dua kali. Para petani yang dibantu tersebar di seluruh Indonesia. Mereka tidak saja petani sawit dan produk perkebunan, melainkan juga petani palawija seperti petani padi dan jagung.

Petani, kata Franky, sangat membutuhkan pendampingan di samping bibit yang baik, akses pasar, pendanaan, dan infrastruktur. Lewat pendampingan, petani dibantu untuk menyiapkan lahan, memproduksi dengan benar, menerapkan model bisnis yang benar dan menjalankan tata kelola yang baik.

Pola inti-plasma yang sudah dijalankan di usaha sawit, demikian Franky, perlu ditularkan ke bidang lain. Pengusaha besar menjadi offtaker dan membantu pembibitan dan pemasaran.

Franky setuju ada trainning center untuk melatih para petani. Nasabah langkah pertama adalah sebuah trainning center lengkap di Jakarta. Setiap kabupaten mengirimkan petaninya ke training center Jakarta. Selanjutnya, petani yang sudah belajar itu menjadi pengelola training center di daerah.

"Pengusaha siap bekerja asalkan ada policy yang jelas dari pemerintah," kata Franky. Dengan policy yang jelas, pertanian Indonesia akan maju pesat karena para pelaku usaha besar siap mendukung.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, saat perhelatan JFSS III pada 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pendampingan Kadin dan PISAgro bisa menjangkau 1 juta petani dari saat itu 200.000 petani. Hasilnya, pendampingan terhadap 1 juta petani telah sukses dilakukan.

“Kami bertekad untuk menambah 1 juta petani lagi hingga 2023, terima kasih untuk perusahaan-perusahaan dalam PISAgro yang terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia,” ungkap Rosan.

Menurut Rosan, pendampingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan menerapkan praktik pertanian yang baik (good agricultural practices/GAP). Bukan itu saja, petani yang terlibat juga mendapatkan bantuan pendanaan dan akses pendanaan serta mendapatkan jaminan pasar karena dilakukan kesepakatan pembelian (offtake agreement) sehingga produk yang dihasilkan petani terserap oleh perusahaan-perusahaan PISAgro dengan harga yang wajar.

“Upaya pendampingan ini telah sukses meningkatkan pendapatan petani. Kami melakukan ini karena jumlah petani Indonesia yang banyak sekitar 40 juta orang, sehingga membantu mereka menjadi sangat penting,” ungkap Rosan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Makanan Olahan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe mengatakan, pendampingan petani diperlukan untuk membantu menjaga pertumbuhan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Butuh waktu lama agar sektor pertanian semakin berkembang, tidak cukup dengan kebijakan lima tahunan. Contohnya, sawit untuk bisa sukses seperti sekarang butuh waktu hampir 30 tahun. Karena itu, pendampingan bagi petani sangat diperlukan sebagai upaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas dia.

Sebagai salah satu upaya memajukan dan mengembangkan sektor pertanian maka Kadin Indonesia menyelenggarakan JFSS 2020 atau JFSS yang kelima kalinya pada 18-19 November ini. Ketua Pelaksana JFSS 2020 Juan Permata Adoe mengatakan, JFSS bertujuan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Untuk JFSS kelima ini, Kadin mengangkat tema Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, dan Nelayan. Pertimbangannya, selain berdampak bagi kesehatan manusia, pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian negara-negara di dunia dan memicu resesi ekonomi termasuk Indonesia.

“Dampak paling nyata dari resesi ekonomi adalah meningkatnya pengangguran dan kemiskinan,” kata dia. Juan menjelaskan, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, sektor pangan bisa menjadi salah satu tumpuan.

Sektor ini tidak terdampak besar karena pangan selalu dibutuhkan, meskipun ekonomi sedang krisis. Bahkan, dalam situasi sekarang, sektor pangan semakin strategis. Sebab, jika pangan tidak tercukupi dikhawatirkan memicu krisis pangan yang berpotensi mengganggu stabilitas.

Terlebih lagi, Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia akibat Covid-19. JFSS 2020 ini akan membahas sejumlah solusi dari sejumlah masalahdi bidang pangan, termasuk solusi menghadapi ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka perhelatan tersebut dan dihadiri 14 menteri di Kabinet Indonesia Maju. Salah satu isu yang akan dibahas dalam JFSS kelima tersebut adalah isu di sektor kelautan dan perikanan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, potensi ekspor perikanan dan kelautan sangat bagus, pada Januari- September 2020 mencapai US$ 4 miliar dengan komoditas andalan udang, tuna cakalang, dan rumput laut.

“Dengan adanya JFSS kelima ini isu potensi ekspor akan diangkat lagi dan dengan adanya UU Cipta Kerja maka sektor kelautandan perikanan diharapkan semakin tumbuh dan pelaku usahanya terus bertambah,” jelas Yugi.b1/red

dilihat : 105 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution