Sabtu, 23 Januari 2021 21:51:42 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jelang Pilkada 2020, Kemkominfo Cek Jaringan Internet




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 November 2020 14:05:43
Jelang Pilkada 2020, Kemkominfo Cek Jaringan Internet

Surabaya - Jelang pelaksanaan Pilkada 2020 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengecek jaringan internet yang masih bermasalah. Hal ini bertujuan agar para pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak menemui kendala signifikan apabila melaksanakan kampanye Pilkada 2020 secara virtual.

“Justru dengan adanya pilkada, itu (jaringan internet) kita cek semua. Daerah-daerah yang harusnya bisa, tetapi tidak bisa tersedia internet, itu jadi catatan,” kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto dalam Serial Webinar Pilkada 2020 bertajuk “Kampanye di Masa Pandemi”, Selasa (10/11/2020).

Acara tersebut digelar Berita Satu Media Holdings dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain Henri, hadir juga sebagai pembicara yakni Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa, Pakar Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Abdul Gaffar Karim dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan.

“Bapak Presiden sudah katakan pandemi Covid-19 harus menjadi batu loncatan. Kemkominfo gara-gara ada pandemi, kami dapat amanah dari negara untuk selesaikan infrastruktur seperti tadi di Jabar (Jawa Barat), masih banyak yang blank spot,” ujar Henri.

Akan tetapi, menurut Henri, infrastrutkur telekomunikasi tidak seluruhnya menjadi tugas negara. “Ada daerah 3T atau tertular, tertinggal, terdepan, itu negara yang harus membangun. Karena kalau dipaksanakan ke swasta, mereka akan lihat itu bukan daerah ekonomi. Katakan di Jabar, Pangandaran masih ada blank spot, itu bukan wilayah 3T, itu operator seluler yang bermasalah,” kata Henri.

Henri menambahkan pihaknya tetap fokus untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T. “Kalau itu tugas negara, maka negara. Kalau operator seluler, mereka kita minta (perhatikan). Karena ketika mereka dapat izin, komitmennya membangun daerah itu agar maju,” ucap Henri.

Henri menuturkan pandemi Covid-19 membuat masyarakat dipaksakan menggunakan teknologi digital. Ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB), lanjut Henri, ada peningkatan pemanfaatan aplikasi-aplikasi di berbagai daerah. “Hampir 400% lebih peningkatannya. Contohnya aplikasi Zoom yang dulu tidak populer, sekarang semua pakai Zoom,” kata Henri.b1/red

dilihat : 81 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution