Senin, 12 April 2021 07:55:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kunker di Malang Komjen Boy Rafli Amar Kunjungi UKM Milik Eks Napiter




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 27 Oktober 2020 08:05:18
Kunker di Malang Komjen Boy Rafli Amar Kunjungi UKM Milik Eks Napiter

Surabaya - Untuk menetralkan kembali kelompok masyarakat atau individu yang terpapar paham radikal intoleran, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memiliki beberapa program penanggulangan. Salah satunya program Deradikalisasi yang sasarannya para narapidana teroris (napiter) yang ada di dalam lapas maupun mantan napiter di luar lapas.

Program ini bertujuan menetralkan dan membersihkan pemikiran-pemikiran radikalisme sehingga mereka bisa kembali menjadi masyakarat yang memiliki rasa cinta kepada tanah air. Program Deradikalisasi BNPT berhasil diterapkan Syahrul Munif, eks napiter kelompok ISIS yang pada tahun 2014 silam berangkat ke Suriah.

Melanjutkan Kunjungan Kerja di Jawa Timur, Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., melakukan monitoring program deradikalisasi BNPT di satu mitra Deradikalisasi BNPT yaitu Usaha Kecil Menengah (UKM) “Calyna Candy” milik eks napiter dan 17 mitra Deradikalisasi BNPT lainnya yang juga dikelola Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), Senin (26/10/2020). Program Deradikalisasi ini berada dibawah naungan Direktorat Deradikalisasi, Subdit Bina Masyarakat, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT.

Didampingi Sekretaris Utama, Mayjen TNI Untung Budiharto, Deputi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Deradikalisasi, Prof. Irfan Idris, dan jajaran tinggi lainnya, Kepala BNPT mengapresiasi kemampuan para eks napiter yang kini menjadi wirausaha di berbagai bidang, mulai dari kuliner, peternakan, perkebunan, dan lain-lain. Mereka telah berhasil membuktikan, bahwa mereka memiliki kemampuan yang bermanfaat dan bisa membantu masyarakat sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan baru, serta kembali berinteraksi di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Boy Rafli, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, program Deradikalisasi merupakan program yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, yang artinya sudah menjadi perintah negara melakukan program pembinaan bagi mantan napiter dan para penyintas. Untuk itu Kepala BNPT berharap, agar para ikhwan lainnya dapat mengembangkan kreativitas mengembangkan usaha guna membangun kesejahteraan sosial.

“Kedepan kita akan memberikan semangat lagi agar program ini menjadi lebih bagus produksinya, distribusinya, juga bisa menjangkau ke berbagai daerah di Indonesia sehingga bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Tentunya kita berharap ini akan menunjang kesejahteraan para mitra Deradikalisasi yang ada di berbagai daerah dan hari ini yang ada di Jawa Timur,” ungkap Boy Rafli.

Program Deradikalisasi yang selama ini dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dari hulu hingga hilir secara menyeluruh menggandeng seluruh lapisan mulai dari masyarakat, hingga unsur pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat bersama instansi pemerintah diminta tidak memarjinalkan dan merangku lpara mantan napiter beserta keluarganya.

Kedatangan Kepala BNPT beserta jajarannya disambut hangat Syahrul Munif dan para ikhwan, karena telah memotivasi mereka dapat lebih percaya diri setelah diberikan pelatihan dan diberikan kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik serta diterima di masyarakat. Sebagai mitra Deradikalisasi BNPT, Syahrul Munif menjelaskan, program ini sangat bermanfaat dan memberikan kegiatan positif bagi kebaikan hidup para Ikhwan.

“Yang jelas kita dipantau, dibimbing, dan diamati progresnya di tengah-tengah masyarakat. Itu yang saya rasakan adanya BNPT ini, jadi saya terbantu. Apalagi kita mantan napiter yang dulu istilahnya hidup sama sosialisasi masyarakat saja susah, tapi dengan adanya BNPT ini kami sangat terbantu,” tutur Syahrul Munif.

Upaya memerangi suburnya ideologi radikal terorisme yang menjadi tantangan besar kebangsaan perlu disadari bersama dan membutuhkan pergerakan kolektif dari segenap elemen bangsa. Terlebih radikalisme kerap mengatasnamakan agama sebagai dasar ideologi. Sehingga dalam menyikapinya menuntut peran dari segenap tokoh agama dan para ulama, agar kebebasan umat beragama tidak tercemar narasi kebencian yang dapat merusak persatuan kesatuan bangsa.

Untuk itu, usai berkunjung ke rumah produksi mitra Deradikalisasi, Kepala BNPT melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Magfirah, Kota Malang. Kunjungan ini sebagai bentuk kerja BNPT terus mengikis paham radikal intoleran di tengah masyarakat, salah satunya di lingkungan pendidikan pondok pesantren.

Diterima pengasuh Ponpes, Prof. M. Boston, keduanya membahas upaya mencegah penyebaran paham radikal terorisme di lingkungan pendidikan, khususnya di Ponpes. Tujuannya supaya para generasi muda calon penerus bangsa ini memiliki daya tangkal yang kuat agar terhindar dari propaganda penyebaran paham radikal terorisme.

Kegiatan ditutup dengan berkeliling ke area ponpes Bahrul Magfirah. (Yudha/Humas BNPT)

dilihat : 108 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution