Minggu, 24 Januari 2021 05:46:07 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PSBB Diberlakukan, Pengusaha Hotel di Banten Pasrah




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 15 September 2020 08:11:33
PSBB Diberlakukan, Pengusaha Hotel di Banten Pasrah

Tangerang - Sejak pandemi Covid-19 mewabah ke wilayah Banten, banyak pelaku usaha yang terpukul, termasuk pelaku bisnis perhotelan di Banten. Banyak pengelola perhotelan di Banten mengaku pasrah dengan penerapan PSBB di kabupaten dan kota di wilayah Banten.

Ketua umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) BPD Banten Achmad Sari Alam mengatakan penyebaran wabah Covid-19 mengkhawatirkan para pengelola hotel di Banten. Padahal kunjungan ke hotel sudah mulai bertambah, tapi dengan aturan PSBB ini mulai menurun lagi.

“Okupansi 20 persen aja agak susah kayanya,” ujarnya melalui telepon seluler, Senin (14/09/2020).

Dikatakan Sari Alam, perhotelan termasuk salah satu sektor terakhir yang dipulihkan ketika kondisi ekonomi mulai membaik. Ia kesulitan mengatur strategi menjalankan bisnis, di tengah pembatasan mobilitas dan kerumunan massa selama pandemi.

“Saya pikir kita harus mengikuti aturan pemerintah, karena virus corona ini sudah mewabah. Kami sebagai asosiasi ikut prihatin juga karena sebagai ketua PHRI, melihat temen-temen yang sudah wake up, sekarang turun lagi. Untuk itu kami sampaikan pada teman- teman yah bersabar aja terhadap wabah ini,” ujarnya.

Ia menilai pada fase PSBB, masyarakat lebih memilih hemat diam di rumah dari pada berwisata dan menghabiskan banyak uang. Karena keuangan masyarakat juga tengah terguncang.

“Kami gak tahu, ini sudah enam bulan ini bingung juga. Kalau dibilang berat yah, kami harus mengikuti aturan pemerintah. padahal kami sudah melakukan berbagai promo agar kunjungan ke restoran atau hotel tetap stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam masa PSBB ini, semua para pelaku bisnis harus kompak mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia berharap upaya pemerintah bisa membawa dampak yang lebih baik untuk para pelaku ekonomi di Banten. Karena wabah Covid-19 tidak jelas sampai kapan berakhir.

“Mudah-mudah bisnis perhotelan tetap tumbuh. Selama ini kami juga tidak bisa memungkiri dengan aturan pemerintah. Dan bagaimanapun kenyataannya meskipun sulit diterima tapi kami harus tetap bertahan meskipun tidak maksimal. Jadi selama 14 hari PSBB ini kami bersabar aja dulu lah,” ucapnya.(btn/Red)

dilihat : 101 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution