Minggu, 24 Januari 2021 06:31:51 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Warga Surabaya Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Hukuman Fisik




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 September 2020 17:51:56
Warga Surabaya Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Hukuman Fisik

Foto: ist

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan protokol kesehatan, pengecekan dilakukan di lima titik lokasi. Pemerintah akan memberi sanksi kepada masyarakat yang melanggar, terutama yang tidak menggunakan masker.

Pemerintah bekerjasama dengan POLRI, TNI, dan Satpol PP untuk menjaring masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Petugas menghentikan pengendara roda dua ataupun roda empat yang tidak menggunakan masker. Namun, petugas kali ini tidak memberikan sanksi berupa denda administratif.

Pelanggar protokol kesehatan hanya dihukum dengan menaham Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi pelanggar yang tidak membawa KTP maka diberikan hukuman dengan melakukan push up.

Menurut kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 53 Tahun 2020 yang memiliki tanggung jawab memberikan denda adalah Satpol PP Provinsi Jawa Timur.

"Sesuai dengan Pergub No. 53 ada denda yang dikenakan dan dilaksanakan oleh Satpol PP Provinsi," ungkap Irvan, hari Senin tanggal 14 September 2020.

Untuk Kota Surabaya sendiri Peraturan Walikota (Perwali) mengenai protokol kesehatan belum disahkan sehingga petugas belum menerapkan kepada masyarakat luas.

Irvan juga menjelaskan jika sosialisasi terkait penggunaan masker tidak diperlukan lagi karena masyarakat Surabaya sudah mengerti tentang pentingnya penggunaan masker ditengah pandemi Covid-19 seperti ini.

Hal itu karena masyarakat telah melewati masa Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Sehingga dengan adanya Perwali maupun Pergub masyarakat sudah paham dengan sendirinya.

Tujuan diadakannya operasi ini yaitu untuk menegakkan protokol kesehatan, salah satunya adalah penggunaan masker saat masyarakat keluar dari rumah.

Menurut Irvan penggunaan masker bukan bentuk paksaan, tetapi sudah kewajiban masyarakat menggunakannya untuk mencegah penularan Covid-19.***

dilihat : 191 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution