Minggu, 24 Januari 2021 05:58:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tingkat Hunian RS Rujukan Covid-19 Naik 75%




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 September 2020 11:08:06
Tingkat Hunian RS Rujukan Covid-19 Naik 75%

Jakarta - Guna mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19, pemerintah memastikan kapasitas rumah sakit memadai terutama di DKI Jakarta. Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan dalam beberapa hari terakhir tingkat hunian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di DKI Jakarta terjadi peningkatan cukup tinggi. Untuk ruang isolasi tingkat hunian 78 persen, dan intensive care unit (ICU) atau ruang rawat intensif lebih dari 85 persen.

Peningkatan tingkat hunian ini menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dan Kepala BNPB Doni Monardo cukup mengkhawatirkan. Namun menurut Doni, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan mengenai kapasitas rumah sakit karena masih banyak yang belum terisi atau kosong.

Di DKI Jakarta khususnya terdapat 67 rumah sakit rujukan Covid-19 yang memiliki fasilitas ICU. Dari jumlah ini, ada 20 rumah sakit yang memiliki tempat tidur ICU di bawah 10, dan 47 rumah sakit dengan kapasitas ICU lebih dari 10.

"Memang ada sebagian rumah sakit yang penuh. Tapi ini terjadi pada rumah sakit dengan fasilitas ICU kurang dari 10 tempat tidur. Sedangkan rumah sakit dengan ICU di atas 10 tempat tidur masih banyak yang kosong atau tidak terisi," kata Doni dalam dialog secara virtual di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Minggu (13/9/2020).

Menurut Doni, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengatasi persoalan kapasitas rumah sakit. Sudah dilakukan pertemuan dengan pimpinan rumah sakit dan mendorong mereka agar menambah kapasitas ruang isolasi sekaligus ICU.

Selain itu, RS juga diminta untuk melakukan relaksasi di mana pasien yang sudah hampir sembuh bisa dialihkan ke RS Darurat Wisma Atlet. RS rujukan Covid-19 dipersilakan untuk memanfaatkan fasilitas RS Darurat Wisma Atlet jika menghadapi kesulitan.

Caranya dengan menghubungi langsung ke pihak RS Wisma Atlet. Doni mengatakan, di Wisma Atlet khusus tower 6 dan 7 yang selama ini dipakai untuk merawat pasien positif dengan gejala ringan dan sedang masih memiliki sekitar 84 tempat tidur yang bisa dipergunakan. Terdiri dari 39 tempat tidur ICU dan 45 isolasi.

"Prediksi pakar epidemiolog dan pakar kesehatan masyarakat bahwa sekitar tanggal 17 September kemungkinan penuh bisa saja terjadi, tapi itu kalau kita tidak lakukan apapun. Tetapi selama ini pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi ini, jadi boleh khawatir tapi jangan berlebihan," kata Doni.

Menurut Doni, untuk di DKI Jakarta tidak perlu khawatir soal kapasitas rumah sakit. Karena RS Darurat Wisma Atlet memiliki kapasitas daya tampung yang sangat besar.

RS Wisma Atlet memiliki 7 tower, di mana tower 1,2 dan 3 dipergunakan untuk logisitk dan lain lain. Tower 7 dan 6 untuk merawat pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. Sedangkan tower 4 dan 5 juga disiapkan untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala. Kapasitas tower 5 dan 4 ini masing masing 1.600 dan 1.700 tempat tidur.

Sejak kemarin sore, Sabtu (12/9/2020) tower 5 sudah mulai melayani pasien isolasi mandiri tanpa gejala. Sedangkan tower 4 akan segera menyusul. Saat ini masih dilakukan perbaikan teknis, seperti AC, toilet, dan lain lain.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dengan diberlakukannya kembali PSBB secara ketat di DKI Jakarta mulai hari Senin (14/9/2020) maka dipastikan tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah untuk kasus positif Covid-19 yang tanpa gejala.

Isolasi mandiri akan dialihkan ke fasilitas pemerintah, seperti di RS Darurat Wisma Atlet dan hotel bintang 2 dan 3 yang ditunjuk oleh pemerintah untuk daerah yang memang membutuhkan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, bahwa pada prinsipnya dengan dikeluarkannya peraturan Gubernur yang baru dipastikan seluruh orang tanpa gejala tidak diperkenankan untuk isolasi mandiri di rumah, maka ditempatkan di fasilitas pemerintah," kata Wiku.

Salah satu persoalan saat ini adalah semakin meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Jakarta yang mana sebagian penderita berada di daerah daerah yang secara mandiri tidak mungkin dilakukan isolasi mandiri sehingga harus ada solusi.

Oleh karena itulah isolasi mandiri akan dialihkan ke fasilitas milik pemerintah, di antaranya RS Darurat Wisma Atlet, dan hotel bintang 2 dan 3 yang akan ditunjuk oleh pemerintah khususnya bagi daerah yang jumlah kasus positif mengalami peningkatan.b1/red

dilihat : 71 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution