Kamis, 25 Februari 2021 08:52:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Minat Masyarakat Miliki Uang Peringatan Kemerdekaan Tinggi, BI Batasi 150 Orang Perhari




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 19 Agustus 2020 08:11:04
Minat Masyarakat Miliki Uang Peringatan Kemerdekaan Tinggi, BI Batasi 150 Orang Perhari

Surabaya,pustakalewi.com - Minat masyarakat untuk memiliki Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) HUT ke 75 Republik Indonesia sangat tinggi. Namun untuk membatasi kerumunan masyarakat, Bank Indonesia (BI) membatasi hanya melayani 150 pemesan per hari yang sudah mendaftarkan diri melalui website https://pintar.bi.go.id.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, di hari pertama penukaran, Selasa (18/08/2020), tercatat ada 150 pemesan di masing-masing kantor perwakilan BI. Untuk di Jatim, ada empat kantor pelayanan BI, yaitu BI Jatim di Surabaya, BI Jember, BI Kediri dan BI Malang.

"Dan untuk Jatim, alokasinya sangat besar dan dipastikan cukup. Kalaupun masih kurang, bisa jadi nantinya dengan sifting atau mengambil jatah dari daerah yang kurang diminati. Karena jumlah 75 juta lembar itu sangat besar," jelas Difi, dalam pers conference secara virtual, Selasa (18/08/2020).

Dari 150 pemesan melalui website, hanya 130 yang datang mengambil.
"Pola yang sama juga terjadi di tiga kantor lainnya dan ini akan kami evaluasi," kata Kepala Grup Sistem Pembayaran & Pengedaran Uang Rupiah BI Jatim Imam Subarkah.

Hal serupa juga terjadi di kantor BI lainnya di Jawa Timur. Di Malang misalnya, dari 150 pendaftar, hanya 137 yang hadir mengambil. Kemudian di Jember dari 150 yang mendaftar hanya 123 yang hadir mengambil. Sementara di Kediri dari 150 yang terdaftar, yang mengambil sebanyak 143.

Pola tersebut menurut Imam, akan dievaluasi, tapi bila pemesan tidak hadir pada waktu yang sudah dijadwalkan maka dipastikan gugur. Jika masih ingin mendapatkan UPK ini, yang bersangkutan harus kembali mendaftar di website yang sudah ditentukan.

Sementara itu melalui website
https://pintar.bi.go.id. diketahui jadwal penukaran melalui kantor BI akan berlangsung hingga 3 September 2020 mendatang. "Dan memang yang melalui aplikasi, sampai tanggal itu sudah full booked," jelas Imam.

Saat ini sistem hanya dibuka selama 14 hari kerja. Sehingga bila Selasa (18/08/2020) sudah selesai pada Rabu (19/08/2020) pukul 00.00, maka 14 hari kedepannya, atau tanggal 4 September 2020 sudah bisa pesan untuk tanggal tersebut.

Berikutnya, mulai Oktober 2020 penukaran UPK Rp 75.000 itu, akan bisa dilakukan di bank-bank yang ditunjuk BI yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA dan Bank CIMB Niaga. "Kami pilih bank-bank ini karena memiliki jaringan yang cukup luas hingga di berbagai daerah pelosok Indonesia," jelas Imam.

Diakhir acara, Difi menegaskan bila penukaran mata uang ini lebih ke satu pemesan yang melakukan pre-order dengan syarat, satu KTP satu penukar. Dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP, akan mendapatkan jadwal penukaran ke bank.

Jumlah dibatasi hanya 150 per hari, juga sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Waktu penukaran juga dibatasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. "Saat pengambilan, masyarakat yang datang juga diwajibkan untuk memakai masker, saat masuk diperiksa suhu badannya, dan sebelum masuk wajib cuci tangan," tandas Difi.(Red)

dilihat : 98 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution