Sabtu, 24 Oktober 2020 15:40:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 488
Total pengunjung : 239590
Hits hari ini : 4195
Total hits : 2476063
Pengunjung Online : 16
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Komnas PA Desak Jaksa Tuntut Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara Dan Kebiri Bagi Pendeta Hanny




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 13 Agustus 2020 08:08:39
Komnas PA Desak Jaksa Tuntut Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara Dan Kebiri Bagi Pendeta Hanny

Surabaya,pustakalewi.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar Hanny Layantara (HL) dituntut dengan hukuman yang seberat - beratnya.

Pendeta di Gereja Happy Family Center (HFC) itu dianggap telah secara sadar dan berulang-ulang melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

Hal itu disampaikan Arist Merdeka Sirait dihadapan awak media di Surabaya, Rabu (12/08/2020). Menurut Arist, pihaknya terus memonitor kasus yang telah menyeret tokoh agama tersebut ke pengadilan.

“Kita terus mendorong agar tuntutan jaksa bisa maksimal. Kami mendengar, sangat perlu untuk jadi perhatian, karena tuntutannya tidak sesuai dengan perlakuan tindak pidana yang dilakukan HL, maka sebelum tuntutan dibacakan, kami mendorong agar pelaku bisa dijerat UU Nomor 17 Tahun 2016. Bukan UU Nomor 35 Tahun 2014,” katanya.

Menutur Arist, jika menggunakan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU maka ancaman hukuman bagi pelaku pencabulan maksimal 20 tahun penjara.

Sementara jika menggunakan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

“Kejahatan yang dilakukan HL itu termasuk kejahatan luar biasa. Hukumannya harus maksimal karena tindakan pencabulan itu dilakukan berulang-ulang pada anak dibawah umur. Dan itu dilakukan secara sadar,” tandasnya.

Selain hukuman maksimal, Arist Merdeka Sirait juga berharap agar Jaksa dan Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kebiri, mengingat Pendeta Hanny Layantara, melakukan perbuatannya secara sadar dan berulang terhadap korban sejak berusia 12 tahun.

Arist Merdeka Sirait menambahkan lebih lanjut, perbuatan Pendeta Hanny Layantara merupakan kejahatan sangat tidak manuasiawi, sebagai predator anak dengan mengatasnamakan agama.

“Dengan mengatasnamakan agama dan menganggap korban sebagai anak Rohani, dilembaga atau agama apapun ini sangat dilarang. HL ini telah melakukan extra ordinary crime, sebagai predator anak,” paparnya lebih lanjut.

Diketahui, dalam perkara ini, pendeta Hanny Layantara didakwa melanggar Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 264 KUHP.

Kasus ini sendiri terbongkar saat korban hendak menikah. Hanny ditangkap pada Sabtu (07/03/2020) lalu oleh polisi di area Perumahan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo,saat disebut hendak pergi keluar negeri. Saat ini, Hanny mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Surabaya.

Sementara itu Abdul Rahman Saleh, SH, M.H kuasa hukum Pendeta Hanny Layantara ditempat yang berbeda mengatakan apa yang Pak Arist katakan itu sudah melebihi apa yang didakwakan oleh jaksa.

Jaksa menjerat dengan undang - undang perlindungan anak yang lama. Jangan ada komentar yang berlebihan.

Seperti yang sudah saya katakan berulang - ulang bahwa persidangan tersebut bersifat tertutup jelas Abdul Rachman saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Jadi jangan melebihi kewenangan jaksa, itu tidak etis katanya.mwp

dilihat : 1105 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution