Jum'at, 14 Agustus 2020 09:07:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 434
Total pengunjung : 190663
Hits hari ini : 3754
Total hits : 2024702
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Anjani dan Rachel Berbagi Kiat UMKM Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 27 Juli 2020 20:30:05
Anjani dan Rachel Berbagi Kiat UMKM Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

Surabaya,pustakalewi.com - Menata kembali strategi usaha yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19 kini menjadi fokus utama yang banyak dilakukan oleh pelaku UMKM.

Salah satunya UMKM “Si Batik Bantengan” milik Anjani Sekar Arum, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan sekaligus pendiri Sanggar dan Galeri Batik Andaka di Kota Batu, Jawa Timur, yang ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

“Pada akhirnya pandemi ini membuat kami semakin kreatif. Yang tadinya kami ngga mau jualan online karena ngga mau pusing, kini harus berjualan online supaya batik kami bisa bertahan. Karena wisatawan tidak ada dan pemesanan seragam tahun 2020 tidak ada, jadi kami mencoba berkreasi dan membuat sebuah produk yang masih diminati orang dari bahan batik, salah satunya masker dari kain,” ujar wanita alumni Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dalam keterangan pers tertulis yang diterima IsuBogor.com dari Humas PT Astra International Tbk, Senin 27 Juli 2020.

Kisah Anjani dalam mempertahankan usahanya di tengah wabah ini juga dirasakan oleh Rachel Vennya, seorang content creator sekaligus entrepreneur berbagai bidang usaha. Keduanya bercerita tentang perjuangan masing-masing dalam webinar yang bertema “Strategi Pemasaran UMKM Lokal” kolaborasi Astra dan GK|Hebat, akselerator yang membantu para pelaku usaha mikro kecil pada Senin, 27 Juli 2020.

Bagi Anjani, tidak adanya wisatawan dan terhentinya sejumlah kegiatan besar instansi terkait yang menggunakan jasanya dalam pembuatan souvenir menjadi faktor utama penyebab penurunan penjualannya hingga 80%. Akhirnya Anjani memanfaatkan penjualan secara daring, berkolaborasi dengan fotografer yang profesinya juga ikut terdampak.

Kerjasama dilakukan dengan sistem komisi yang diterima oleh para fotografer dari hasil foto produk batik yang mereka jual ke target pasar masing-masing. "Jadi para fotografer hanya bemodalkan kemampuan fotografi dan kemudian menjualkan produk. Andaikan harga Rp1 juta, kami memberikan komisi ke mereka sebagai ucapan terima kasih. Terserah mereka asal batiknya laku," tambah Anjani.

Sementara itu, Rachel bercerita strategi bisnis yang ia jalankan dalam mengatasi lesunya usaha akibat COVID-19. Di tengah kesibukannya pun, Ibu dua anak itu masih sempat mengumpulkan donasi hingga miliaran rupiah bagi sektor medis dan para pedagang yang terkena imbas pandemi.

dilihat : 61 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution