Jum'at, 14 Agustus 2020 23:44:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 773
Total pengunjung : 191006
Hits hari ini : 10176
Total hits : 2031124
Pengunjung Online : 14
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Nikmatnya Bisnis Esek-esek Makam Kembang Kuning ditengah Pandemi Corona




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 26 Juli 2020 14:05:57
Nikmatnya Bisnis Esek-esek Makam Kembang Kuning ditengah Pandemi Corona

Razia aparat di makam Kembang Kuning (ist/jul)

Surabaya - Meski kawasan prostitusi Doli sudah ditutup namun bisnis lendir masih saja merajalela ditengah pandemi virus corona, pemerintah telah bertindak tegas untuk dapat segera mencegah penyebaran virus corona.

Namun hal ini berbeda dengan pemandangan yang ada di makam Kristen kembang kuning Surabaya, hal ini menjadi salah satu tempat prostitusi yang cukup nyaman bagi para hidung belang, salah satunya bisnis yang di duga dilindungi oleh warga sekitar ini sangat ketat untuk di masukin oleh para oknum aparat, ketika akan hendak merazia tempat prostitusi di kawasan makam kembang kuning tersebut.

Disaat pandemi virus corona hal ini makin di manfaatkan oleh warga sekitar untuk meraup rejeki dari mengayomi para kupu-kupu malam yang biasa mangkal di makam kembang kuning.

Dengan bermodalkan menutup portal jalan layaknya penutupan jalan sebagai antisipasi. Namun hal ini berbeda jika kita memasuki kawasan tersebut. Kita akan di berikan tempat parkir khusus dan berjalan layaknya wisata malam.

Saat mencoba untuk menelusuri praktek prostitusi terselubung ini dengan mencoba memasuki kawasan makam kembang kuning, dan berhasil mengali informasi dari salah satu warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Kita memang melakukan penutupan jalan mas, namun bagi warga yang tidak mengetahuinya nantinya akan putar balik dengan sendirinya, namun jika warga tersebut nekat kita perbolehkan untuk terus melalui jalan menuju makam kembang kuning” ujar orang berinisal P (yang tak ingin disebut) warga sekitar.

Namun riskannya lagi hal ini pun diduga telah di ketahui oleh oknum aparat dalam bisnis esek esek ini. Sehingga warga yang berada di tempat memberikan upeti kepada oknum aparat tersebut. Sehingga para pekerja komersial menjadi lebih nyaman.

“Ia mas kita berikan upeti untuk oknum tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya untuk dapat membackup jika adanya razia, makanya kita bagi menjadi 3 keamanan sehingga orang luar mikirnya kawasan makam kembang kuning tutup, dan kita bisa jaga-jaga kalo ada razia bisa koordinasi langsung sama warga dan keamanan setempat untuk dapat mengkondisikan lokasi" ujar P warga setempat.

Selain itu warga juga memberikan pelayanan tempat parkir bagi para pelanggan yang ingin memasuki area makam kembang kuning dengan harga Rp.5000 (lima ribu rupiah).pSby/red

dilihat : 319 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution