Jum'at, 14 Agustus 2020 09:09:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 435
Total pengunjung : 190664
Hits hari ini : 3760
Total hits : 2024708
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Puan Maharani: Peran Wanita Dalam Politik Indonesia Terus Meningkat




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 25 Juli 2020 08:11:14
Puan Maharani: Peran Wanita Dalam Politik Indonesia Terus Meningkat

Surabaya,pustakalewi.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan peran perempuan dalam perpolitikan nasional terus meningkat.

Berawal dari terpilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia. Kemudian, disusul oleh Puan Maharani yang menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR.

Di parlemen, jumlah anggota DPR perempuan terus bertambah dari 17% (2014-2019) menjadi 21% (2019-2024). Tak hanya itu, semakin banyak anggota perempuan yang menjadi pimpinan alat kelengkapan dewan.

Hal ini disampaikan Puan dalam sambutannya ketika melantik dan mengambil sumpah Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP-RI) Periode 2020-2024 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/07/2020).

Selaku Ketua Dewan Pembina KPP-RI, politisi PDI-Perjuangan tersebut menyampaikan KPP-RI bertugas agar kualitas politisi perempuan semakin meningkat, sehingga membuka lebar kesempatan bagi perempuan untuk menempati posisi-posisi utama dalam politik.

“Ini adalah tentang sudah dibukanya gerbang bagi perempuan Indonesia untuk menempati posisi posisi utama dalam politik. Saya percaya Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia berperan penting untuk membuat perjalanan ini menjadi lebih cepat lagi ke depannya,” ucap Puan.

Meski demikian, lanjutnya, perempuan Indonesia masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi maupun politik. Untuk itu, ia mendorong KPP agar meningkatkan perannya dalam isu strategis yang berkaitan dengan keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan nasional.

“Ada harapan yang diletakkan oleh para perempuan Indonesia di pundak Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia yang harus diwujudkan secara maksimal menjalankan tugas konstitusional sebagai anggota Parlemen Indonesia melalui fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran,” katanya.

Menurut Puan, salah satu hal yang harus segera dilakukan oleh KPP-RI adalah penguatan regulasi nasional untuk menjamin peran perempuan, serta membangun kerja sama antar berbagai kelompok dan negara untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi peran perempuan.

“Kita harus mengingatkan dan meyakinkan banyak orang bahwa menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah sekedar kebijakan afirmatif. Melainkan, bentuk kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia,” tandasnya.pr/red

dilihat : 28 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution