Rabu, 23 September 2020 03:26:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 124
Total pengunjung : 219065
Hits hari ini : 869
Total hits : 2280862
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tidak Punya Fasilitas Internet dirumah, Para Siswa Ini Memilih Belajar di Warung Kopi




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 20 Juli 2020 11:05:53
Tidak Punya Fasilitas Internet dirumah, Para Siswa Ini Memilih Belajar di Warung Kopi

Foto: istimewa (jul)

Surabaya - Sejumlah siswa terlihat mengkuti proses belajar mengajar melalui media daring di warung kopi di tengah masa pandemi yang melanda Indonesia khususnya Surabaya.

Para siswa terpaksa memilih belajar di Warkop karena pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring membutuhkan jaringan internet.Akhirnya para siswa yang kesulitan mengakses internet di rumah memilih belajar di Warkop.

Sejumlah siswa SD dan SMP di Surabaya memanfaatkan wifi dari Warkop Pitulikur yang dimiliki Husin Gosali yang akrab disapa Cak Cong.

Sebagai pemilik Warkop ia berlapang dada memfasilitasi siswa-siswa yang kesulitan mengakses internet, baik secara fasilitas teknis maupun secara ekonomi untuk belajar bersama di Warkopnya dari pagi hingga siang hari.

"Ini baru pertama kalinya siswa SD dan SMP belajar di sini saat mengikuti pembelajaran melalui daring" jelas Cak Cong, di Warungnya, Senin (20/07/2020).

Kedatangan empat anak itu izin memakai wifi Warkop untuk mengikuti pembelajaran di sekolahnya

Dikatakan, sebelumnya, wifinya memang disediakan sebagai salah satu layanan fasilitas Warkop Pitulikur bagi pengunjung pada malam hari.

"Saya berharap anak-anak yang disini diharapkan sudah makan dari rumah biar disini mereka tidak jajan" katanya.

Khusus bagi anak-anak yang belajar daring di Warkopnya sudah ditegaskan jika tidak perlu membeli paket makan/minum untuk mendapatkan fasilitas Wifi.

"Saya juga bilang ke anak-anak jika tidak punya HP buat ngerjakan tugas, saya usahakan. Kalau ada teman-teman mereka mau datang juga tidak apa," kata dia.

Saat mengerjakan tugas sekolah, mereka disediakan tempat di teras warkop. Juga ada colokan untuk mengisi baterai HP.

Cak Cong akan memilih seorang ketua kelas di antara para siswa yang belajar di Warkopnya. Ketua kelas Warkop ini akan mengkoordinir teman-temannya.

Ia berharap, apa yang difasilitasi bisa memberi manfaat warga sekitar karena para siswa yang belajar di Warkop itu adalah warga sekitar.

Iqbal Dovan, siswa kelas 7 SMP Negeri 10, salah satu siswa yang belajar online di Warkop itu, menyatakan sudah mendapat tugas dari sekolah.

"Ini saya sedang mengerjakan Bahasa Inggris" jelas Iqbal.

Ia memanfaatkan wifi di Warkop Pitulikur dari informasi media sosial.

Iqbal dan teman-teman SMP-nya datang jam 08.00 WIB. Dikatakan, kalau pakai wifi memang jadi tidak kepikiran paket datanya.

"Kalau sebelumnya, setiap minggu butuh Rp 20.000 untuk paket data. Saat itu tugas sekolah biasanya diberi link," jawabnya.

"Hasil rangkuman ditulis dibuku dan difoto kemudian dikirim ke WA guru" tutupnya.PSby/red

dilihat : 115 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution