Rabu, 15 Juli 2020 16:08:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 641
Total pengunjung : 167287
Hits hari ini : 4156
Total hits : 1806266
Pengunjung Online : 17
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Our Helping Hands,Cara UK Petra Galang Dana Bantu Mahasiswa Terdampak COVID-19




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 30 Juni 2020 11:05:49
Our Helping Hands,Cara UK Petra Galang Dana Bantu Mahasiswa Terdampak COVID-19

Surabaya,pustakalewi.com - Setelah tiga hari tayang secara online di Youtube channel milik PetraCareerCenter, konser musik bertajuk Our Helping Hands (OHH) berhasil mendapatkan 4,1 K viewers dan ini masih akan berlangsung hingga tanggal 2 Juli 2020 mendatang.

Apa itu Our Helping Hands? OHH adalah sebuah konser musik penggalangan dana persembahan dari Office of Institutional Advancement (OIA) dan Pusat Karir UK Petra yang ditayangkan secara online di Youtube channel milik PetraCareerCenter.

“Konser ini melibatkan lebih dari 58 orang yang sebagian besar Petranesian (keluarga besar UK Petra) dengan lokasi mulai dari Surabaya, Pare, Semarang, Toronto-Kanada hingga Belanda.”, urai Meilinda, S.S., M.A., selaku direktur OIA UK Petra.

Konser ini ditayangkan selama tujuh hari mulai tanggal 26 Juni – 2 Juli 2020 dengan menghadirkan 16 paket lagu dan dua lagu medley. Konser ini hadir berawal dari inisiatif dari Paul Nugraha (Rektor UKP 2001 – 2009) yang terpanggil untuk menolong mahasiswa terdampak Covid-19. Beliau ingin berupaya agar semua mahasiswa UKP bisa lulus kuliah, tidak ada yang DO karena pandemik ini.

“Mungkin gerakan kami tak besar, tapi saya yakin tangan-tangan kecil kami jika disatukan akan menciptaan jaring pengaman yang cukup lebar dan sangat berarti bagi mahasiswa UK Petra hingga kondisi keuangan pulih kembali.”, tambah Meilinda yang juga dosen Prodi Sastra Inggris UK Petra tersebut.

Para pengisi acara terdiri dari mulai mahasiswa, staff hingga alumni UK Petra. Sementara itu saat menghubungi Rambu Piras, seorang alumni UK Petra penerima beasiswa Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang kini menetap di Belanda menyatakan perasaannya ikut ambil bagian dalam konser ini.

“Sangat senang sekali dan merasa terhormat menjadi bagian konser ini. Meskipun prosesnya susah sekali karena virtual, kerjasama sama orang banyak dan beda lokasi. Saya pun merekamnya dengan alat seadanya dan harus cari moment yang sunyi. Banyak cobaannya buat ini. Puji Tuhan proses ini selesai. Sulit tapi menyenangkan.”, ungkap Rambu Piras yang menjadi runner up The Voice Indonesia 2018 melalui Voice Message WA nya.

Persiapan konser hanya dilakukan selama satu bulan saja, dengan urutan lagu yang disusun menggambarkan situasi di masa pandemi. Konser dibuka oleh Rambu Piras dan Paul Nugraha, yaitu “Ibu Pertiwi” yang kini sedang bersusah hati. Lagu-lagu selanjutnya menggambarkan bagaimana manusia mencoba bertahan dan tetap saling menguatkan.

Pandemi ini digambarkan telah membuat kita semakin memaknai arti gotong royong. Namun, kita juga harus mengakui bahwa dalam perjalanannya, ada jiwa- jiwa yang berkorban dan mendahului kita.
Tidak berhenti dalam lara, lagu- lagu berikut justru menyemangati masing- masing kita, bahwa masa depan akan gemilang, meski sebagian kita harus berkorban, tidak pulang kampung.

Akhirnya, konser ini akan ditutup dengan lagu yang mengajak kita untuk menyinarkan cahaya pada dunia yang berduka. Konser ini menjadi sebuah refleksi perjalanan menghadapi pandemi, sekaligus, doa dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Tidak bisa bertemu secara fisik, perbedaan waktu dan durasi waktu yang berbeda untuk mempersiapkan lagu dan penyanyi segitu banyaknya menjadi tantangan tersendiri mempersiapkan konser ini. Yang paling sulit memastikan para penyanyi mampu mendengarkan iringan dari musisi Stradivari Orchestra dan beberapa Petranesian yang tidak berada di lokasi yang sama dan mulai menyanyi di saat yang sama.”, kenang Meilinda saat ditanya mengeni kesulitannya yang cukup menguras tenaga.

Harapannya dengan adanya konser ini akan menggerakkan hati para donator untuk membantu mahasiswa UK Petra yang terkena dampak COVID-19 ini. Nantinya donasi yang terkumpul akan berupa beasiswa.

“Namun selain mencari dana, konser ini juga untuk saling menguatkan. Kami juga ingin mengapresiasi kerja dan pengorbanan tim medis, maka ada satu lagi didedikasikan untuk itu, dinyanyikan oleh petranesian alumni yang sekarang menetap di Kanada. Secara gotong royong kita bisa lalui masa sulit ini”., tutup Meilinda.

Jadi jangan lupa ya nonton konser penggalangan dana yang unik ini sejak tanggal 26 Juni 2020 jam terbuka sejak pukul 0:00 selama 1 jam 15 menit hingga 2 Juli 2020 di Youtube channel milik PetraCareerCenter.pr/red

dilihat : 114 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution