Jum'at, 14 Agustus 2020 23:40:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 773
Total pengunjung : 191006
Hits hari ini : 10143
Total hits : 2031091
Pengunjung Online : 16
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kepala BPJS Kesehatan Surabaya Klaim Pelayanan Yang Diberikan Tetap Prima Ditengah Pandemi Covid-19




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 26 Juni 2020 20:05:14
Kepala BPJS Kesehatan Surabaya Klaim Pelayanan Yang Diberikan Tetap Prima Ditengah Pandemi Covid-19

Surabaya,pustakalewi.com - Masih belum selesainya pandemic covid-19 yang terjadi di Jawa Timur dan Surabaya pada khususnya membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan sejumlah langkah, agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu.

Menurut Kepala Kantor Cabang BPJS Surabaya, Herman Dinata pelayanan yang diberikan selama masa pandemi tetap tidak mengalami penurunan. Selama penanganan pandemic covid-19, BPJS Kesehatan Surabaya mengklaim sudah mengeluarkan anggaran hingga Rp 58 Miliar untuk sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya.

“Sampai saat ini ada sekitar 27 Rumah Sakit di Kota Surabaya yang mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan,” terang Herman Dinata, Jumat (26/06/2020).

Herman menambahkan, dari 27 rumah sakit tersebut baru disetujui sekitar Rp 58 miliar. Klaim itu diajukan mulai tanggal 28 Pebruari 2020. Diakui Herman klaim yang masuk paling banyak dilakukan mulai April hingga Mei 2020. Sementara pembiayaan paling murah di rumah sakit antara Rp 7,5 juta perhari, dan paling mahal Rp 9,5 juta perhari.

Sementara itu, Arief Supriyono dari BPJS Watch Jatim menyampaikan, masih ditemukannya pelayanan kesehatan yang tidak semestinya. Karena koordinasi yang diberikan antara Kabupaten/kota dan provinsi masih lemah.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, lanjut Arief Supriono, daya beli masyarakat termasuk peserta mandiri yang didominasi pekerja informal sangat jatuh. Pekerja informal sulit bekerja seperti biasa karena Covid-19 ini. “Tidak seharunya masyarakat terbebani, dan ini mejadi tanggungjawab pemerintah,” tutur dia.mwp

dilihat : 104 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution