Rabu, 08 Juli 2020 07:20:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 111
Total pengunjung : 161541
Hits hari ini : 1929
Total hits : 1745229
Pengunjung Online : 14
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Indonesia Jawa Timur Ajak Masyarakat Sebarkan Tag Ekspor itu Gampang




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 25 Juni 2020 17:05:14
Bank Indonesia Jawa Timur Ajak Masyarakat Sebarkan Tag Ekspor itu Gampang

Surabaya,pustakalewi.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengajak masyarakat menebarkan tag “Ekspor itu Gampang” supaya Indonesia mengikuti jejak negara lain seperti Vietnam, Thailand, Korea dan Turki, yang dengan mudah dapat melakukan kegiatan bisnis ekspor.

Difi menyampaikan itu saat memberikan sambutan di acara Ngopi Bareng secara virtual yang diikuti 272 orang, Rabu (24/06/2020). Dia katakan, pertemuan ini diharapkan dapat mengubah paradigma pelaku usaha agar bersemangat dalam memanfaatkan peluang di pasar global, mengingat potensi produk ekspor Jawa Timur dan Indonesia sangat besar.

Difi juga mengemukakan, BI Jatim juga akan terus berkoordinasi dengan KPw BI di Tokyo, Singapura, dan Beijing, serta perwakilan dagang di Australia dan negara lainnya untuk menjajaki potensi ekspor UMKM.

Menurut Mochamad Yatim dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim, ada fasilitas berupa KITE IKM yang diberikan Dirjen Bea Cukai kepada UMKM yang telah memenuhi persyaratan untuk menjadi IKM ekspor. Fasilitas ini ditujukan tidak hanya kepada pengusaha besar saja, namun sekarang juga menyasar pada pelaku usaha kecil atau IKM.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Dirjen Bea Cukai tidak hanya memfasilitasi kegiatan impor saja, namun juga berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan ekspor IKM berupa fasilitas pembebasan mesin, pembebasan bahan baku, pembebasan barang-barang contoh, serta adanya fasilitas PLB yang berfungsi sebagai tempat pameran pemasaran produk untuk dapat dilihat oleh pengusaha asing.

“Intinya Dirjen Bea Cukai siap membantu mendorong kegiatan ekspor untuk UMKM dengan memberikan kemudahan prosedur impor tujuan ekspor bagi pelaku usaha atau IKM,” tandas M.Yatim.

Fernanda Reza dari Free Trade Agreement (FTA) Center Surabaya mengatakan, tujuan utama dibentuknya FTA sebagai upaya dalam meningkatkan ekspor yaitu dengan cara melakukan percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara lain, sehingga Indonesia memiliki daya saing yang tidak kalah dengan negara lain.

Dalam rangka persiapan Indonesia Australia – CEPA (IACEPA) yang akan berlaku mulai 5 Juli 2020, semua pelaku usaha diimbau untuk melakukan kegiatan ekspor ke Australia, karena produk Indonesia masuk ke Australia tarifnya 0%. Reza juga menyebutkan, sampai 2019 impor Indonesia ke Australia masih lebih besar ketimbang ekspornya.

WTO memperkirakan akibat Pandemi Covid-19 perdagangan global akan turun tahun ini, bahkan negara besar pertumbuhan ekonominya sudah minus, sehingga berpengaruh pada ekspor Indonesia yang juga menurun.

Dengan adanya peluang IACEPA, diharapkan ekspor Indonesia akan naik, mengingat Australia banyak melakukan investasi di Indonesia, namun dalam hal industri pengolahan masih kurang bersaing dibanding Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan Indonesia, mengingat industri pengolahan di Indonesia lebih kuat, sehingga bahan baku yang diinvestasikan Australia akan diolah di Indonesia dan hasilnya kan diekspor ke Australia dan negara lainnya.

Sedangkan menurut Septrianto Maulana, Sekretaris Umum GPC HIPMI Gresik, UMKM merupakan penggerak perekonomian negara sehingga perlu dikembangkan untuk dapat bersaing di pasar global.

Menurutnya, dalam impor/ekspor selalu membutuhkan peran dari logistik yang dikenal dengan Freight Forwarder, yaitu perusahaan yang memberikan pelayanan jasa dalam pengurusan dokumen maupun pengiriman dan penerimaan barang ekspor maupun impor melalui jalur udara maupun jalur laut. Lingkup perusahaan logistik ini tidak hanya dari satu negara ke negara lain (door to door), bisa juga hanya sebagian saja yang mengurusi ekspornya hanya sampai barang keluar dari Indonesia.

Hal tersebut, menurut Septrianto, tergantung dari kerjasama pemilik barang dengan perusahaan logistik dan alur logistik yang dijalankan. Dia mengatakan, meski peluang ekspor produk UMKM cukup luas, namun UMKM yang sudah menjalankan ekspor masih tidak lebih dari 15%. Padahal, tambah dia, produk kita cukup diminati oleh negara-negara lain.(red/mwp)

dilihat : 77 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution