Kamis, 22 Oktober 2020 02:51:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 154
Total pengunjung : 237779
Hits hari ini : 1679
Total hits : 2457644
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Nama Jenderal Ahmad Yani, Jadi Motivasi Prajurit Kodam Brawijaya




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 20 Juni 2020 08:08:15
Nama Jenderal Ahmad Yani, Jadi Motivasi Prajurit Kodam Brawijaya

Surabaya – Suasana haru, hingga antusias pun mewarnai peresmian Lapangan sekaligus patung Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani di Makodam V/Brawijaya.

Bukan hanya disaksikan oleh para pejabat teras Makodam saja. Ternyata, peresmian lokasi itupun, juga turut disaksikanoleh Untung Yani dan Edi Yani, keduanya merupakan anak dari Jenderal
Ahmad Yani.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah menyebut jika penggunaan nama Jenderal Ahmad Yani di Makodam, adalah suatu wujud penghormatan.

“Beliau adalah salah satu pemimpin yang gigih, serta gagah berani ,” tegas Mayjen Widodo. Jumat, 19 Juni 2020.

Jenderal kelahiran Purworejo, Jawa Tengah itu, sebut Pangdam, juga dikenal sebagai tokoh nasional yang sangat arif dan bijaksana ketika mengemban tugas menjadi seorang prajurit TNI-AD.

“Berdasarkan dari latar belakang itu, saya berharap agar penggunaan nama Lapangan Jenderal Ahmad Yani, dapat mendorong prajurit dan seluruh anggota Kodam Brawijaya untuk meneladani sifat-sifat, serta kepemimpinan beliau. Khususnya, tentang keberanian dalam menegakkan disiplin dan kebenaran,” pintanya.

Sementara itu, Untung Yani mengungkapkan jika dirinya sangat mengapresiasi keberadaan patung Jenderal Ahmad Yani di Makodam.

“Saya sangat terharu dengan adanya patung beliau. Nama beliau juga dijadikan salah satu nama di salah satu lokasi Makodam,” bebernya.

Tak hanya itu saja, kata Untung, dirinya juga mengenang masa ketika sang bapak menjadi seorang prajurit TNI-AD aktif, kala itu.

“Beliau, bangga menjadi seorang prajurit. Sebab, beliau meyakini jika TNI-AD, nantinya menjadi sebuah organisasi yang sangat besar,” ujarnya.(mun/ci)

dilihat : 150 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution