Rabu, 15 Juli 2020 16:44:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 650
Total pengunjung : 167296
Hits hari ini : 4388
Total hits : 1806498
Pengunjung Online : 16
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Akibat Corona Garuda Indonesia Kandangkan 70% Pesawatnya




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 25 Mei 2020 14:05:29
Akibat Corona Garuda Indonesia Kandangkan 70% Pesawatnya

Surabaya - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengambil kebijakan sebanyak 70 persen pesawat dikandangkan. Kebijakan ini ditempuh karena banyaknya penerbangan yang dipangkas di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona.

"Dalam masa covid-19 ini, kami banyak melakukan grounded (kandangkan) pesawat karena rute berkurang, flight (penerbangan) berkurang. Jadi, beberapa pesawat kami grounded," ujar Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi dikutip di Instagram @garuda.indonesia, Senin (25/5).

Pun demikian, ia melanjutkan burung besi maskapai BUMN yang dikandangkan ini tidak diterlantarkan begitu saja. Justru, perusahaan tetap menjalankan perawatan pesawat agar layak terbang saat kembali beroperasi nanti.

Perawatan yang dilakukan pun disesuaikan dengan jenis masing-masing badan pesawat. Pertama, perawatan yang disebut prolog inspection, antara lain menutup mesin dengan pelindung. Hal ini dilakukan guna menghindari partikel masuk ke mesin.

Kedua, teknisi akan mengecek bagian kabin secara rutin. Selama pengecekan dilakukan, teknis akan membersihkan dan menjaga bagian dalam bodi pesawat tersebut. "Setiap hari kami buka, agar udara mengalir. Ini dilakukan kalau pesawat lama di-grounded," tutur Rahmat.

Untuk menjaga agar kursi di dalam kabin tetap bersih, petugas umumnya akan mencopot pembungkus atau cover tempat duduk. Cover ini disimpan dan akan dipasang kembali saat maskapai siap terbang.

Ketiga, saat maskapai sudah siap terbang nanti, teknisi akan melakukan persiapan lebih dulu. "Pesawat akan kami ambil dari storage 2-3 hari sebelumnya, kami cek semua, termasuk kabin sistem agar pesawat tetap aman," terang Rahmat.

Rahmat memastikan saat pesawat kembali mengudara, seluruh komponennya telah melalui proses pengecekan. Sehingga, penumpang nantinya akan melakoni perjalanan dengan kondisi aman dan nyaman.cnn/red

dilihat : 115 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution