Jum'at, 03 Juli 2020 00:54:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 36
Total pengunjung : 158834
Hits hari ini : 114
Total hits : 1699515
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Klaim Bisa Sembuhkan Covid-19, Pendeta Ini Akhirnya Meninggal Karena Virus Corona




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 Mei 2020 11:11:25
Klaim Bisa Sembuhkan Covid-19, Pendeta Ini Akhirnya Meninggal Karena Virus Corona

Surabaya - Saat ini, dunia dibuat kalang kabut dengan adanya virus corona. Hampir seluruh dunia terserang virus Covid-19 ini.

Di Kamerun, ada seorang pendeta mengklaim dirinya mampu sembuhkan Covid-19, tapi kemudian malah alami penderitaan setelah tertular virus corona karena pengikutnya memiliki keyakinan tertentu.

Pendeta asal Kamerun bernama Frankline Ndifor tersebut memang selalu mengaku bahwa dirinya mampu sembuhkan pasien positif Covid-19.

Cara yang dilakukan mantan kandidat presiden Kamerun tersebut sungguh sederhana bahkan bisa dibilang sangat nekat. Dia sesumbar dapat menyembuhkan pasien Covid-19 hanya dengan menyentuh tangan pasien.

Diwartakan Voice of America, dalam beberapa pekan terakhir warga pun berbondong-bondong ke Gereja Kingship International Ministries yang dia dirikan.

Bagi pengikutnya, Ndifor adalah "nabi". Oleh karena itu, ketika dia meninggal pada Sabtu (16/05/2020), rumahnya dijaga dari tim medis yang hendak mengambil jenazahnya.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (19/5/2020), Dr Gaelle Nnanga dipanggil untuk menyembuhkan sang pendeta yang mulai mengalami kesulitan bernapas.

Nnanga mengungkapkan, Ndifor meninggal sekitar 10 menit setelah dirawat karena tertular Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona.

Pemerintah setempat menyatakan, mereka terpaksa mendatangkan polisi untuk menerobos penjagaan pengikut Ndifor di depan rumahnya.

Para pengikut Ndifor percaya bahwa pimpinan mereka itu tengah berada dalam "pertemuan rohani" dengan Tuhan sehingga tak bisa dikuburkan.

Mereka bernyanyi dan berdoa agar Ndifor bangkit lagi selama akhir pekan. Pada akhirnya, dia dimakamkan di depan rumahnya pada hari dia meninggal.

Rigobert Che, salah satu jemaat gereja Ndifor, mengungkapkan, sang pendeta berdoa bagi dia dan orang yang diyakini terpapar Covid-19.

"Ini adalah pastor yang meletakkan tangan dan mengklaim dia bisa menyembuhkannya. Jadi, jika dia meninggal karena penyakit itu, bagaimana nasib penderita lainnya?" keluhnya.

Che menerangkan, karena Ndifor sudah wafat, dia tidak tahu bagaimana nanti jika ada orang yang terkena virus dan harus berobat.

Ndifor dilaporkan juga menyumbangkan bantuan dan sabun bagi warga membutuhkan, dengan penampilan publik terakhirnya terjadi pada 20 April saat membagikan masker.

Ndifor berada di urutan tujuh dari sembilan kandidat presiden Kamerun pada pemilihan 2018, dengan mengumpulkan 23.687 suara.

Saat ini, dilaporkan terdapat 3.529 kasus positif dengan 140 di antaranya meninggal karena virus corona di negara Afrika tengah itu.(*)

dilihat : 240 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution