Jum'at, 05 Juni 2020 18:37:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 373
Total pengunjung : 144222
Hits hari ini : 4061
Total hits : 1490539
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Indonesia Jamin Kebersihan Uang Beredar di Masyarakat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 20 Mei 2020 11:11:19
Bank Indonesia Jamin Kebersihan Uang Beredar di Masyarakat

Jakarta - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan BI menjamin kelayakan dan higienitas uang untuk kebutuhan Lebaran. Pasalnya, BI mengkarantina uang tersebut selama 14 hari di tempat penyimpanan steril.

“Bahwa setiap uang yang keluar dari BI, kita jamin higienitasnya. Jadi ketika uang ini masuk ke BI, maka uang akan kita karantina selama 14 hari. Disimpan dulu. Baru kita keluarkan lagi,” kata Hamid Ponco Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (19/05/2020).

Ruang penyimpanan uang tersebut juga dilakukan disinfektan. Tidak hanya itu, semua sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) hingga perangkat pengolahan uang juga dijamin higienitasnya.

“Aturan ini kita lakukan karena adanya pendemi Covid-19. Supaya masyarakat dapat terhindar dari penyebaran virus corona akibat penggunaan uang rupiah. Jadi ada masa 14 hari. Setelah kita anggap steril, kita olah dan kemudian dikeluarkan untuk diedarkan kembali,” terang Hamid Ponco Wibowo.

Meski sudah disediakan uang rupiah untuk penukaran bagi kebutuhan Lebaran, Hamid Ponco Wibowo mengimbau agar masyarakat aktif menggunakan transaksi nontunai seperti digital banking, uang elektronik dan QR Code atau QRIS. “Kami selalu mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan transaksi nontunai,” ujar Hamid Ponco Wibowo.

Apalagi, lanjutnya, selama ada pandemi Covid-19 ini pemerintah telah melonggarkan transaksi nontunai. Di antaranya menurunkan bunga kartu kredit, penurunan pembayaran minimum, hingga penurunan denda keterlambatan.

“Kita juga telah membebaskan biaya transaksi proses QRIS. Kemudian kita turunkan biaya kliring jadi Rp 2.900. Jadi semuanya kita upayakan supaya masyarakat lebih meningkatkan penggunakan transaksi nontunai, biar lebih aman. Harapannya, penggunaan transaksi nontunai menjadi habit di masyarakat,” jelas Hamid Ponco Wibowo.

Seperti diketahui, BI telah menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp 157,96 triliun untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2020. Dari jumlah tersebut, dialokasikan sebesar Rp 38 triliun untuk masyarakat di kawasan Jabodetabek.

Jumlah uang tunai layak edar yang disediakan BI di tahun 2020 lebih kecil bila dibandingkan uang yang disiapkan untuk penukaran uang pada 2019 sebesar Rp 217 triliun.

dilihat : 77 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution