Rabu, 08 Juli 2020 09:01:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 144
Total pengunjung : 161580
Hits hari ini : 2425
Total hits : 1745725
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bos Lorena: Lebaran Tahun Ini Adalah Masa Suram Bagi Pengusaha Bus




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 19 April 2020 12:15:24
Bos Lorena: Lebaran Tahun Ini Adalah Masa Suram Bagi Pengusaha Bus

Surabaya - Musim mudik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran biasanya menjadi masa panen bagi pengusaha angkutan umum, termasuk pengusaha bus. Namun, adanya pandemi corona (Covid-19) membuat semua itu hanya menjadi angan - angan saja pada tahun ini.

Managing Director PT Eka Sari Lorena Transport (ESLT), Dwi Rianta Soerbakti Lorena, mengaku biasanya di momentum musim mudik Lebaran, terdapat kenaikan penumpang hingga 80%. Kini, hal itu mustahil digapai.

"Angkutan Lebaran tahun ini tidak akan ada lonjakan seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya, Rabu (15/04/2020).

Boro-boro berharap ada tambahan penghasilan berlipat. Untuk mempertahankan operasional saja dia mengaku harus melakukan banyak efisiensi.

"Efisiensi di segala bidang pastinya, baik dari sisi SDM, sisi biaya operasional dan lain-lain," imbuhnya.

Bagi sebagian besar pengusaha bus, biasanya tekanan terberat datang dari biaya kredit pokok dan bunga perbankan. Terkait hal ini dia bilang, Lorena tidak terlalu dipusingkan.

"Untungnya kewajiban Lorena kepada bank/leasing sangat kecil. Jadi dengan efisiensi total, diharapkan secara cashflow masih cukup," tuturnya.

Ia tetap berharap pemerintah memberikan kepeduliannya kepada pelaku usaha angkutan darat. Dia mendorong ada stimulus yang konkret bisa dirasakan para pengusaha bus yang kian hari kian terhimpit dampak Covid-19.

"Berikan insentif-insentif yang riil untuk angkutan umum. BLT untuk pengemudi dan kenek, keringanan pajak seperti PPh badan, PPN spare part, PPh karyawan," urainya.

Dia juga berharap ada keringanan biaya perpanjangan surat-surat administrasi seperti kartu izin usaha (KIU), kartu pengawasan (KPS), dan Keur. Selanjutnya, dia ingin adanya subsidi tambahan untuk pembelian BBM bagi kendaraan pelat kuning.

"Karena biaya langsung terbesar adalah BBM," tutupnya.

Sektor transportasi memang termasuk yang paling terpukul setelah pariwisata, angkutan penerbangan juga mengalami kondisi serupa.cnbc/bis/red

dilihat : 95 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution