Selasa, 07 April 2020 19:17:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 968
Total pengunjung : 86167
Hits hari ini : 5197
Total hits : 1023289
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sebanyak 65 RS Rujukan Terima Bantuan Alat Rapid Tes Corona






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 27 Maret 2020 08:33:37
Sebanyak 65 RS Rujukan Terima Bantuan Alat Rapid Tes Corona

Surabaya - Tim Kuratif dari Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid) 19 Pemprov Jawa Timur mulai membagikan alat rapid test pada 65 rumah sakit (RS) rujukan. Alat pendeteksi Covid 19 bantuan Kementerian Kesehatan dan Yayasan Buddha Tzu Chi itu total sekitar 18 ribu unit dan dibagikan sesuai tingkat kedaruratan tiap rumah sakit.

Selain RS rujukan, alat rapid tes juga dibagikan untuk 38 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jatim. Sistem pembagian juga disesuaikan dengan jumlah pasien positif, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Hal yang menjadi prioritas adalah RS yang paling banyak menerima pasien Covid 19 dan juga wilayah yang masuk zona merah. Saat ini terdapat delapan kab/kota yang masuk kategori zona merah, yakni Surabaya, Magetan, Sidoarjo, Kota Malang, Kab Malang, Kab Blitar, Kab Kediri, dan Gresik.

Pembagian alat rapid tes dilakukan oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, secara simbolis pada 10 RS rujukan. Sisanya dibagikan oleh tim kuratif yang dipimpin oleh Dirut RSU dr Soetomo, Joni Wahyuhadi pada seluruh RS rujukan dan Dinkes kab/kota.

"Untuk penggunaan alat kami prioritaskan para tenaga medis dan pasien ODP yang sekarang jumlahnya 3.055 orang. Tenaga medis ini yang paling beresiko, sehingga harus mengikuti rapid tes," kata Emil saat dikonfirmasi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/3) malam.

Dari 18 ribu alat rapid tes, tidak semuanya dibagikan. Sebagian besar disimpan sebagai stok untuk antisipasi pasien baru di Jawa Timur. Seperti diketahui tren jumlah orang yang terpapar Covid 19 di Jatim terus meningkat.

Saat ini, sudah tercatat sebanyak 59 orang. Jumlah itu naik delapan dari jumlah kemarin, Rabu (25/3) sebanyak 51 orang. Adapun data penambahan delapan pasien positif baru itu, dua orang dari wilayah Kota Surabaya, tiga pasien dari Sidoarjo, dua dari Kediri, dan satu dari Gresik.

Dengan mulai munculnya pasien positif di Kab Kediri dan Gresik, maka kedua daerah itu dinyatakan masui zona merah. Sebelumnya, yang tercatat zona merah adalah Kota Surabaya, Kab Magetan, Kab Sidoarjo, Kab Malang, Kota Malang, dan Kab Blitar.

Untuk data pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan sebanyak 31 orang dari 190 menjadi 221 orang. Sedangkan data orang dalam pemantauan (ODP) mengalami lonjakan tajam sebanyak 513 orang dari 2.542 menjadi 3.055 orang.info/red

dilihat : 30 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution