Sabtu, 30 Mei 2020 03:12:41 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 96
Total pengunjung : 140184
Hits hari ini : 839
Total hits : 1443603
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Rumah Kreatif BUMN Tingkatkan UMKM Lewat Penggunaan Aplikasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 12 Maret 2020 08:14:55
Rumah Kreatif BUMN Tingkatkan UMKM Lewat Penggunaan Aplikasi

Surabaya,pustakalewi.com – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan usaha kecil menengah (UKM) dengan berbagai macam cara. Bukan hanya dari sisi pembiayaan dan pendampingan, tetapi juga melalui penyadaran pentingnya penggunaan dan maksimalisasi aplikasi digital.

Salah satunya adalah apa yang dilakukan RKB Telkom dengan memberikan cara-cara bagaimana memanfaatkan berbagai aplikasi digital pada sekitar 20 lebih UKM di Surabaya, yang digelar di RKB Mandiri di jalan Khairil Anwar no. 20 Surabaya.

Senior manager (OSM) RKB Telkom, Sabri Rasyid menjelaskan, aplikasi digital saat ini merupakan alat yang bisa dipakai untuk mempermudah penjualan produk-produk UKM.

“Jadi, memanfaatkan tehnologi digital ini sudah menjadi sebuah keharusan, untuk meningkatkan posisi UKM, baik untuk penjualan, produksi dan lain-lain,” terangnya pada jatimmedia.com, Selasa (10/3/2020).

Sabri juga menjelaskan bahwa dalam rangka menciptakan UKM Naik Kelas, RKB mensuport penuh UKM yang menjadi binaan BUMN, melalui 4 (ermpat) konsep yaitu; Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

“Pada tahapan Go Modern, UKM dibantu dan dibina untuk bisa memahami prinsip-prinsip dagang modern, seperti memahami pentingnya brand, maupun kemasan produk yang bagus dan menjual,” jelas Sabri.

Sementara untuk Go Digital, lebih pada bagaimana memaksimalkan fungsi smartphone, baik untuk transaksi, maupun juga menaikkan penjualan. Sedang Go Online, lebih pada bagaimana mereka memanfaatkan market place, termasuk bagaimana cara untuk tetap bisa bertahan dan justru berkembang di market place.

“Kalau semua sudah berjalan, maka giliran UKM yang memiliki produk-produk unggulan untuk didorong agar bisa mengekspor hasil karyanya, melalui program Go Global,” jelas Sabri, sambil menambahkan bahwa UKM pada era sekarang, tidak boleh gagap tehnologi.

Sementara Ciput Gatot, Solution Manager Telkom menengarai bahwa UKM di Indonesia sangat terkenal dalam hal produksi. Namun dari sisi penataan keuangan, UKM boleh dibilang sangat minim. Karena itulah, dalam kesempatan workshop kali ini, RKB Telkom menawarkan aplikasi kasir online (Bonum), aplikasi pengelolaan banyak toko online dengan mudah dan efektif (SAKOO), serta QREN, yang merupakan cashless payment dengan menggunakan QR Indonesia Standar (QRIS).

“Dengan aplikasi-aplikasi ini UKM akan dimudahkan dalam bertransaksi. Termasuk melihat transaksi yang sudah dilakukan sebelumnya, karena semua itu akan tercatat secara digital sehingga akan memudahkan evaluasi maupun ketika membutuhkan catatan transaksi sebelumnya,” terang Ciput.red/mwp

dilihat : 67 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution