Sabtu, 30 Mei 2020 03:10:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 95
Total pengunjung : 140183
Hits hari ini : 824
Total hits : 1443588
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Indonesia Kpw Jatim Dorong Penggunaan QRIS di UMKM Dan Pasar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 06 Maret 2020 08:05:01
Bank Indonesia Kpw Jatim Dorong Penggunaan QRIS di UMKM Dan Pasar

Surabaya,pustakalewi.com - Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPW) Jawa Timur terus mendorong penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh merchant yang ada di Jawa Timur, utamanya untuk untuk UMKM, pedagang pasar traditional dan rumah ibadah.

Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Imam Subarkah mengatakan bahwa sebagai komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran non tunai dan ekonomi digital, BI terus mendorong penggunaan QRIS di Jatim, apalagi potensinya masih sangat besar.

"Potensinya masih sangat besar, ada sekitar 67 juta merchant di seluruh Indonesia. Dan sampai dengan awal Maret 2020, telah terdapat 28 penyelenggara dan 2,79 juta merchant yang menggunakan QRIS. Di Jawa Timur sendiri, terdapat 333 ribu merchant dengan 114 ribu diantaranya berada di Surabaya,” ujar Imam Subarkah saat Bincang-Bincang Media (BBM), Kamis, (05/03/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa QRIS yang telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2020 lalu adalah standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Jika sebelumnya konsumen menemui banyak pilihan QR Code saat melakukan pembayaran, saat ini cukup hanya dengan 1 QRIS saja sudah bisa melayani pembayaran dari semua aplikasi.

"Hal ini tentunya memudahkan baik untuk penjual (merchant) ataupun konsumen. Bagi merchant, tak perlu mendaftar ke banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memiliki QR. Karena cukup satu QRIS, sudah dapat memfasilitasi semua aplikasi. Bagi konsumen, tentu akan lebih mudah karena cukup install dan punya satu akun dari satu aplikasi, maka bisa scan QRIS dari PJSP lainnya. Dan penggunaan QRIS juga akan mempermudah pendataan untuk jumlah UMKM yang ada di Jatim," terangnya.

Dan untuk meningkatkan jumlah penggunaan QRIS, baik dari sisi merchant maupun konsumen, Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak pada tanggal 9-15 Maret 2020. Di Surabaya, PQN dilaksanakan dengan mengangkat judul Nggawe QRIS, Rek!

“Selama sepekan ini, akan dilaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan onboarding pedagang (merchant) di komunitas milenial, pasar tradisional & modern, tempat ibadah maupun berbagai lokasi lainnya. Bahkan, akan dilakukan launching kantin QRIS di Universitas Ciputra serta launching pasar QRIS di Pasar Pamekasan. Dan puncaknya akan dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur," jelas Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Jatim, Abrar

dilihat : 131 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution