Jum'at, 21 Februari 2020 01:41:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 141
Total pengunjung : 41371
Hits hari ini : 420
Total hits : 729250
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -DPRD Berharap Dinas Pertanian Buat Terobosan Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih Impor






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 13 Februari 2020 20:05:55
DPRD Berharap Dinas Pertanian Buat Terobosan Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih Impor

Surabaya - Melonjaknya harga bawang putih dalam dua pekan terakhir, menjadi perhatian serius DPRD Jatim. Karena itu, komisi yang menangani bidang perekonomian meminta Dinas Pertanian segera membuat terobosan untuk bisa menormalisasi harga bawang putih

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari mengakui jika kebutuhan bawang putih Jatim selama ini hampir 95 persen dipenuhi dari impor khususnya dari negara Tiongkok. Sebab produksi bawang Jatim sangat minim sehingga harus terus ditingkatkan agar ketergantungan ekspor bisa dikurangi.

“Mengutip perkataan Presiden Jokowi, terkait memanfaatkan pasar ekspor dari dampak dari wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Maka sudah saatnya para petani untuk mulai giat menanam bawang Putih. Ini pelajaran penting buat kita bersama jika kita bergantung pada impor, maka rentan terkena naik ketika ada isu besar di luar negeri,” kata Agatha, Kamis (13/2).

Ia berharap, Dinas Pertanian Jatim harus segera melakukan terobosan kebijakan agar lonjakan harga bawang putih bisa dikendalikan secepatnya dan hal-hal yang menghambat produksi bawang putih bisa diurai. “Bawang putih itu bumbu dasar untuk setiap resep masakan Indonesia tapi kok kita malah impor bahkan sampai 95 persen,”ujar Agatha politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ia menyarankan Pemprov Jatim bekerjasama dengan para kampus pertanian yang sudah memiliki banyak penelitian terkait produksi bawang putih, agar bawang putih lokal tak kalah dengan impor.

Selain itu, tak kalah penting juga dari dinas perindustrian dan perdagangan untuk mulai mensosialisasikan bawang putih lokal lebih gencar agar minat petani menanam juga tinggi. “Seperti beli bawang lokal menyelamatkan masa depan petani Indonesia, menyelamatkan anak-anak nya dan masa depan nya. Dan yang jelas jika kita membeli produk lokal, berarti menyelamatkan lingkungan hidup. Coba hitung saja, berapa jejak karbon dari proses pengiriman jika bawang putih saja kita impor. Dan jejak karbon juga gas metan ini kan yang akhirnya membuat suhu bumi meningkat drastis. Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari,” harapnya.

Berdasarkan data, bawang putih di Jatim yang semula seharga Rp 28.000 kini naik hingga Rp 58.000. Bahkan, di sejumlah daerah saat ini sudah menembus Rp 70 ribuan.info/red

dilihat : 34 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution